Arkeolog Temukan Salah Satu Masjid Tertua di Dunia, Konon Dibangun Sahabat Nabi

[PORTAL-ISLAM.ID]  Sebuah reruntuhan masjid yang ditemukan oleh arkeolog di Israel baru-baru ini menuai sorotan publik. Pasalnya, masjid tersebut diduga sebagai salah satu yang tertua di dunia, dibangun oleh salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW. 

Mengutip dari Arab News dan Business Recorder, Senin (25/1/2021), masjid tersebut ditemukan di Selatan Tiberias, di kaki Gunung Berenice, Israel. Awalnya masjid tersebut diidentifikasikan sebagai pasar dari periode Kekaisaran Bizantium. 

Namun, setelah menggali lebih lanjut, bukan bangunan pasar, para peneliti yakin reruntuhan tersebut adalah sebuah masjid. Kemungkinan, masjid tersebut dibangun pada awal tahun 635 masehi oleh seorang sahabat Nabi Muhammad.

Sosok tersebut adalah komandan pasukan Muslim yang ketika itu menaklukkan Kekaisaran Bizantium di Levant pada abad ke-7, yakni Syurahbil bin Hasana. Ia adalah komandan pasukan Muslim di masa khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab. 

Adapun penemuan dari hasil penggalian selama 11 tahun itu diumumkan pada pekan lalu, dalam konferensi akademis dari Hebrew University of Jerusalem. Penggalian yang dipimpin Katia Cytryn-Silverman tersebut merupakan lanjutan dari tahun 1950-an. 

Berawal dari ditemukannya struktur tiang, dari sana peneliti mengira situs itu adalah pasar. Namun, tembikar dan koin dari periode awal Islam membuat ditemukan ketika melanjutkan penggalian. Dari sana arkeolog yakin situs tersebut dari masa peradaban Islam.

“Kami tidak dapat memastikan lebih lanjut bahwa masjid ini didirikan Syurahbil. Tapi kami memiliki sumber yang mengatakan dia mendirikan sebuah masjid di Tiberias ketika dia menaklukkannya pada 635,” imbuh Cytryn-Silverman. 
Diketahui, Levant merupakan wilayah timur dari Laut Mediterania. Lokasi tersebut mencakup negara-negara seperti Lebanon, Suriah, Yordania, Israel, serta Palestina. 
Sementara Tiberias, tempat ditemukannya masjid, juga merupakan kota yang penting dalam sejarah Islam. Pasalnya, usai menaklukkan Arab, tempat itu jadi ibu kota Jund al-Urdunn, distrik militer Yordania, yang di awal periode Islam juga pusat politik dan ekonomi. [kumparan]