Azwar Siregar: SER...SER...


SER...SER...

Oleh: Azwar Siregar*

Saya selalu membiasakan diri kalau mau menulis sesuatu yang benar-benar mengganjal pemikiran harus disaat hati saya tenang. Karena saya tidak mau tulisan saya isinya berdasarkan kebencian, apalagi jadi ajang caci-maki.

Jadi saya sengaja baru sekarang menulis tentang viralnya Persekusi Gerombolan Oknum-oknum Banser kepada seorang Kyai Pengasuh Pondok Pesantren. Gerombolan Oknum Banser tersebut di pimpin salah satu Oknum Anggota DPRD di Pasuruan.

Di video yang banyak beredar, kelihatan gerombolan tersebut mengelilingi seorang Kyai Tua. Kyai tersebut duduk dan dengan santun menanggapi tuduhan dan kemarahan si Oknum Anggota Dewan yang dikelilingi Pasukan Bansernya.

Walaupun saya tidak sepakat dengan usungan Khilafah dari Kyai Tua tersebut, tapi jujur saya salut dengan kesantaiannya menanggapi si Oknum Anggota Dewan yang emosi tingkat tinggi. Berkali-kali Kyai Tua tersebut mempersilahkan agar dia dilaporkan kalau memang ada kesalahan. Mengajak menyelesaikan permasalahan di Pengadilan sesuai hukum dan Undang-undang yang berlaku di Negara ini.

Lha ini kurang keren apa, coba? Mereka yang dituduh anti NKRI malah mengajak menyelesaikan semua permasalahan sesuai hukum dan undang-undang yang berlaku di Negeri ini. Sebaliknya Gerombolan yang mengaku-ngaku paling NKRI malah tidak taat hukum dan lebih suka melalukan persekusi.

Seharusnya si Oknum Anggota Dewan malu. Meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat pembayar pajak. Karena dia mewakili suara rakyat dan digaji dari Pajak Rakyat tapi kok tidak taat hukum. Mau mengambil alih tugas aparat hukum hanya bermodalkan congor dan teriakan merasa paling NKRI. Merasa paling Pancasilais.

Sampai sekarang saya masih bingung. Sebenarnya siapa yang sudah memberikan kewenangan kepada Banser menjadi team sertifikasi ke NKRI-an dan Kepancasilaisan semua orang? Kenapa ormas ini selalu merasa paling Pancasila dan merasa paling NKRI?

Lucunya, saya tidak mendengar kegarangan Ormas ini ketika dulu sempat bergulir rencana memeras (ingat, memeras ya? Bukan meremas) Sila Pancasila jadi tiga. Pemerasan itu jelas-jelas akan merubah dan mengubah Pancasila. Karena kalau sudah tiga, namanya jadi Trisila. Mau ngga mau juga lambangnya akan berubah jadi Jalak Kebo atau malah jadi Emprit.

Saya juga tidak pernah mendengar ketegasan Ormas ini dengan masalah OPM. Padahal jelas-jelas Kelompok Bersenjata tersebut anti NKRI. Mereka bahkan terang-terangan akan memisahkan diri dari NKRI. Meminta Merdeka. Kenapa Anggota Banser tidak berangkat ramai-ramai memerangi separatis ke Papua?

Sebagai Pembayar pajak, saya ikhlas kalau semua Anggota Banser yang akan dikirim ke Papua demi membela keutuhan NKRI dan Pancasila diberikan Gaji sesuai UMR Jawa Tengah atau Jawa Timur (Sarang Utama Banser). Sekalian diberikan fasilitas jatah popok, karena saya yakin semua anggota gerombolan itu akan membutuhkannya.

Terakhir, saya juga menunggu suara kelompok yang selama ini mengecam FPI karena dianggap berkali-kali mempersekusi para Kelompok penyedia dan penikmat maksiat. Alasan mereka itu tugas Aparat Hukum. Nah sekarang Gerombolan Oknum Banser juga mempersekusi orang, dimana suara kalian?

Dasar manusia-manusia munafik !!!

(Azwar Siregar)

*fb
SER...SER... Saya selalu membiasakan diri kalau mau menulis sesuatu yang benar-benar mengganjal pemikiran harus disaat...
Dikirim oleh Azwar Siregar pada Sabtu, 22 Agustus 2020
loading...