Apa yang salah dari Proposal Damai Prabowo?

PROPOSAL PERDAMAIAN PAK PRABOWO ADALAH BAGIAN DARI PERINTAH UUD 1945!

Oleh: Azwar Siregar

Saya kira masalahnya sudah selesai. Ternyata menghangat lagi. Bahkan Pak Jokowi kabarnya akan memanggil Pak Prabowo untuk membahasnya.

Sebagai orang awam, saya meyakini kalau Pak Prabowo pasti lebih paham masalah militer dan keamanan sebuah Negara. Termasuk analisis dari prospek kedepan Perang Rusia-Ukraina.

Dari yang saya amati, poin utama dari Proposal Perdamaian Pak Prabowo adalah MENGHENTIKAN PERANG.

Fokus untuk menyelamatkan rakyat di Zona Perang. Makanya beliau usulkan membentuk Zona Demiliterisasi. Agar rakyat Ukraina di zona perang bisa terselamatkan.

Seperti yang disampaikan Pak Prabowo. Posisi Indonesia sangat jelas, menolak invasi Rusia ke Ukraina. Posisi tersebut "clear".

Tapi fakta yang terjadi, Perang tetap berlangsung. Rusia tetap meng-invasi beberapa wilayah Ukraina. Sekalipun ditolak mayoritas Negara-negara Dunia. Khususnya Negara-negara Eropa dan Amerika.

Masalahnya Negara-negara Eropa dan Amerika justru sudah berkali-kali meng-invasi Negara lain. Termasuk Indonesia di jaman Kolonial.

Jadi sekali lagi poin utama Pak Prabowo adalah menyelamatkan rakyat di zona perang. Sekaligus melibatkan PBB dan Dunia Internasional agar bisa berperan aktif.

Kalaupun Proposal Perdamaian tersebut dianggap merugikan Ukraina, karena posisi Ukraina yang memang lemah. Kalaupun perang diteruskan, Ukraina akan semakin hancur.

Kalau Proposal Perdamaian tersebut menekan habis Rusia, sudah pasti Rusia menolak. Jadi jalan tengahnya adalah membuat Rusia berhenti menyerang. Gencatan senjata. Selamatkan Rakyat Ukraina di Zona Perang. Libatkan Dunia Internasional.

Kemudian Poin usulan Referendum bisa diperdebatkan. Sekalipun menurut saya sangat masuk akal. Kalau memang wilayah-wilayah tersebut lebih cinta dengan Rusia, berarti Ukraina harus berlapang dada.

Tapi kalau masalah ini dikaitkan dengan Papua, saya kira sangat salah. Karena referendum rakyat Papua sudah selesai. Kita menyebutnya Pepera 1969. Dan rakyat Papua memilih menyatu dengan Indonesia.

Lagipula masalah Ukraina dan Rusia adalah konflik antar negara. Perebutan wilayah antar dua negara. Sedangkan masalah Papua adalah konflik dalam negara. Urusan internal bangsa kita. Tidak ada Negara lain yang terlibat. Sangat berbeda jauh akar masalahnya.

Lebih lucu lagi ada yang mengatakan posisi Indonesia mencoba menengahi Perang Rusia-Ukraina sama dengan kalau Israel mencoba menengahi masalah Papua.

Saya tertawa. Benar-benar perbandingan dari orang-orang yang mengedepankan kebencian kepada Pak Prabowo.

Perbandingannya benar-benar tidak masuk akal. Pertama konfliknya sendiri adalah internal dalam negeri kita. Kecuali si Pembanding meyakini Papua juga sebuah Negara. Bodoh sekali, bukan?

Kedua. Kita tidak memiliki hubungan bilateral dengan Israel. Sementara pada konflik Rusia-Ukraina, kita memiliki hubungan bilateral dan bersahabat dengan kedua negara tersebut. Kita memiliki Dubes dan kedua Negara tersebut juga memiliki Dubes di Negara kita.

Jadi wajar sebagai Sahabat dari dua negara yang bertikai, kita mencoba mendamaikannya. Mencoba menyampaikan Proposal Perdamaian. Masalah diterima atau ditolak, ya itu urusan mereka.

Apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo adalah bagian dari perintah UUD 1945. Ikut berperan aktif dalam perdamaian dunia. Dan selama ini Tentara kita juga sering ikut kontingen perdamaian dibawah pasukan PBB.

Jadi apa yang salah?

(fb)
Baca juga :