Prediksi Netizen Terbukti! Buzzer Eko Kuntadhi Bakal Berulah Lagi Setelah Kasusnya Dimaafkan Ustadzah NU

[PORTAL-ISLAM.ID]  Sejak awal netizen sudah memprediksi Buzzer pendukung Ganjar si Eko Kuntadhi bakal berulah lagi setelah kasusnya menista ustadzah NU berakhir dengan memaafkan.

"Akhirnya salaman, besok-besok akan terulang kembali aksi islamphobia percayalah," ujar akun @aLy_Bima pada 15 September 2022 lalu.

Dan prediksi itu benar-benar terjadi. 

Hanya berselang sebulan si Eko Kuntadhi kembali berulah.

Dia kembali mengolok-olok ajaran Islam. Kalau sebelumnya ceramah ustadzah NU, kali ini ceramah ustadz Kholid Basalamah. Tapi sama intinya: menjadikan ajaran Islam sebagai olok-olok.

Si Eko Kuntadhi menghina Rasulullah SAW terkait pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis.

"Hari berganti menandakan satu putaran rotasi bumi. Karena itu terjadi perbedaan waktu, termasuk juga beda hari. Bisa saja di Indonesia sudah hari Senin, sedangkan di Washington masih Minggu. Terus, pintu surga dibukanya ikut waktu yang mana? Emang di surga ikut rotasi bumi juga?" kicau si buzzer Eko Kuntadhi @_ekokuntadhi.

Si Kunted mengunggah gambar Ustadz Khalid Basalamah dengan tulisan (judul ceramah) "Pintu Surga Dibuka Pada Hari Senin dan Kamis".

Kelihatannya si Eko ini sedang menghina ulama, tapi pada hakikatnya dia sedang menghina Rasulullah SAW.

Karena Ustadz Khalid Basalamah hanya menyampaikan Hadits Rasulullah SAW.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

“Pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Setiap hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai.” (HR. Muslim no. 2565)