Pesan Kyai Syukron Makmun: Ulama Jangan Tunduk Pada Pemodal atau Penguasa, Jangan Takut Menyatakan Yang Benar

[PORTAL-ISLAM.ID] Ketua MUI dan Pengurus PBNU Kyai Cholil Nafis bertemu dengan Tokoh Sesepuh NU KH. Syukron Makmun, yang dulu di zaman Orba dikenal sebagai 'Singa Podium' lantaran sangat berani mengkritik rezim Soeharto.

Kyai Cholil di akun fbnya (23/4/2022) menulis tentang pertemuan dengan pamannya itu dan pesan yang disampaikan. Diantaranya agar ulama itu mandiri secara ekonomi jangan sampai lehernya dipegang penguasa atau pengusaha. Beliau juga berpesan untuk tidak takut menyuarakan kebenaran apapun resikonya. 

Berikut selengkapnya tulisan Kyai Cholil Nafis:

Sengaja saya sempatkan agar cepat datang ke acara Nuzulul Qur’an yang diadakan oleh PBNU di @pesantren_darulrahman_  Jagakarsa agar banyak waktu bersilaturrahim dan berbincang dengan Pamanda Kiai Syukran Makmun. 

Walhamdulillah seusai ngisi acara di @wtc31_official sore itu saya langsung bergerak ke Jagakarsa. Terpaksa saya berbuka dan shalat di masjid @Abahalun di Jl. Antasari, kemudian Langsung menuju pesantren. Walhamdulillah sampai lokasi sebelum adzan isya’. 

Banyak hal yang dibincangkan oleh beliau, mulai soal pendirian pesantren sampai soal kebangsaan. Soal pesantren beliau berpesan agar terus ditekuni karena itu yang tak terputus di dunia dan akhirat. Klo sebagai ketua MUI atau Rais Syuriyah PBNU itu ada masa jabatannya. 

Beliau berpesan bahwa @pesantren.cendekia.amanah ini sekarang bagaikan bulan sabit nanti pasti berproses menjadi bulan purnama. Sekarang masih kecil tapi insya Allah segera besar asalkan istiqamah.

Dalam kontek keagamaan beliau berpesan agar mandiri secara intelektual dan ekonomi agar tidak menjadi anjing lapar. Beliau mengutip pepatah Arab. 

جوع كلبك يتبعك
(Bikin laparlah anjing anda, pasti ia mengikuti anda.) 

Makanya Ulama jangan berharap kepada siapapun kecuali kepada Allah SWT, agar tidak menggadaikan ilmu dan perjuangannya. Bisa-bisa ulama yang haus kekuasan dan lapar jabatan jadi mengekor dan tunduk pada kemauan pemodal dan penguasa yang bertentangan dengan hati nuraninya.

Dalam kontek negara beliau berpesan agar jangan takut untuk menyatakan yang benar. Umur dan nasib seseorang itu adalah Allah yang mengatur bukan orang. Karenanya menyatakan pendapat dan mengarahkan umat jangan takut asalkan memastikan niat yang baik dan sesuai dengan ajaran agama yang diyakininya. Seraya beliau bercerita masa lalunya tentang ancaman yang dia terima saat ceramah-ceramah menkritik penguasa yang saat itu masa Orde Baru zaman Soeharto.

(dari fb Kyai Cholil Nafis, 23-04-2022)

Baca juga :