BERHARAP KE MK, HANYA MELANJUTKAN SANDIWARA


BERHARAP KE MK, HANYA MELANJUTKAN SANDIWARA

Oleh: Tengku Zulkifli Usman*
(Analis Politik)

Ini saya repost kembali tulisan saya tanggal 26 mei bulan lalu.

Agar kita kembali paham kenapa MK hari ini akan memenangkan capres 01.

Berharap ke MK, hanya melanjutkan Sandiwara.
*********

Membawa perkara pilpres ke MK hanya akan membuat luka demokrasi kita semakin menganga.

Hampir mustahil MK nanti akan menerima gugatan prabowo. Walaupun memang MK adalah chanel yang official untuk urusan ini.

Ini bukan soal MK secara an sich, tapi lebih kepada grand desain pilpres sejak awal, MK itu hanya alat selevel KPU dkk, bukan penentu apa apa.

MK hanya tempat seremonial untuk berdebat pasca pilpres, belum pernah ada sejarah demokrasi indonesia yang menunjukkan MK punya power mengubah hasil pilpres.

Sejak awal pilpres ini sudah didesain curang secara massif dan terstruktur, bahkan pihak pihak yang curang sudah menghitung angka kecurangan yang bahkan bisa mengamankan mereka sampai ke MK.

Oleh sebab itu, angka selisih 02 dan 01 berada di angka 17 juta an suara. Angka ini tentu sangat signifikan dan cukup besar untuk dianulir. Angka besar ini besar kemungkinan desain dari awal.

Bukankah angka 17 juta adalah angka yang sama dengan angka DPT bermasalah sejak sebelum pilpres? Mari sesekali kita berpikir terbalik biar kita tambah tajam dalam melihat masalah.

Dalam pilpres 2014 saja, saat angka prabowo dengan jokowi hanya terpaut 8 juta an suara, MK jelas menolak gugatan prabowo, selisih 8 jt an saja ditolak bagaimana dengan selisih 17 jt suara?

Kalau melihat undang undang soal ini, dengan selisih suara yang begitu besar, maka hal ini sudah sangat cukup untuk MK menolak gugatan di ronde pertama bahkan.

Sejak hari pertama pasca pilpres, saya sudah menghitung semua kemungkinan ini. Harapan saya di awal people power bisa efektif, tapi hasil people power juga dibungkan rezim dengan kekerasan dan blokir medsos. Karena jumlah massa kurang banyak dan kurang tokoh yang mau memimpin.

Kebanyakan tokoh politik tidak mau mendukung gerakan people power yang massif karena posisi mereka dan partai nya sudah aman dalam pileg april lalu.

Padahal people power adalah aksi damai massif dan besar yang bisa mengubah cara pandang dunia internasional soal pemilu indonesia kalau jumlah rakyat yang turun mencapai 20 juta rakyat. Ini soal legitimasi, dan legitimasi butuh jumlah yang cukup.

Kenapa 20 juta rakyat? Karena angka ini lebih besar dari angka selisih 02 dan 01 yaitu hanya 17juta suara. Secara politik hitungnya mesti begitu.

People power adalah aksi damai, bukan anarkis. Dalam demokrasi, people power adalah gerakan legitimasi diluar kotak suara yang efeknya bisa lebih besar dari kotak suara itu sendiri kalau kita paham dengan baik tatacaranya.

MK nanti sangat besar peluang menolak semua gugatan pilpres ini, saya sangat yakin MK bahkan dengan sangat mudah menolak mentah mentah semua ini dengan semua hitungan diatas.

Ada baiknya rakyat terus menolak pilpres curang ini. Melanjutkan people power berkelanjutan, menolak pelantikan presiden hasil culas dan terus konsisten beroposisi kepada penguasa 5tahun kedepan.

Semakin rakyat menolak rezim yang curang, maka akan semakin kecil kepercayaan dunia internasional terhadap rezim ini kedepan. Dalam hal ini kita juga mendukung LSM yang membawa kasus berdarah 22 mei lalu ke mahkamah internasional.

Ini bukan saja bicara hasil, tapi ini soal cara kita berjuang dalam ranah demokrasi, menunjukkan kepada dunia bahwa rakyat kita cerdas dan konsisten menolak pemilu dari hasil kebohongan.

Ini bukan saja bicara hasil. Tapi kita harus mengatakan kepada dunia bahwa kita bukan bangsa yang setuju dengan kondisi adem ayem tapi berkubang dalam kebohongan dan kepalsuan.

Bangsa kita adalah bangsa pejuang. Bukan bangsa yang sepakat dalam kecurangan dan dalam kebiasaan kebohongan massif di segala lini, bukan itu warisan pahlawan kemerdekaan bangsa ini sejak dulu kepada kita.

Kita bangsa yang diajarkan kejujuran, keberanian, dan sikap antipati kepada penjajahan. Baik itu dilakukan oleh musuh kita dari luar maupun musuh dalam selimut kita sesama anak bangsa yang sedang merusak bangsa besar ini saat ini.[]

(Sumber: fb penulis)

Ini saya repost kembali tulisan saya tanggal 26 mei bulan lalu. Agar kita kembali paham kenapa MK hari ini akan...
Dikirim oleh Tengku Zulkifli Usman II pada Kamis, 27 Juni 2019
Loading...