Iwan Fals Ngaku Netral Sejak Zaman Orde Baru, Netizen: Begitu Udah Deket Pemilu Ngakunya Netral


[PORTAL-ISLAM.ID]  Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Sunanto atau yang biasa disapa Cak Nanto, mengatakan bahwa ia memberikan kebebasan untuk berpolitik dalam kapasitas personal. Namun, secara institusi, beliau menegaskan Pemuda Muhammadiyah tak berpihak kepada salah satu pasangan capres-cawapres.

"Kalau secara pribadi, Muhammadiyah membebaskan keputusannya untuk berpolitik, tapi secara organisasi, maka (secara) khittohnya sudah tidak dilarang," kata Cak Nanto.

Pernyataan Cak Nanto itu diamini oleh Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dahnil Anzar Simanjuntak yang diketahui sempat menjabat Ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018 mengatakan, Pemuda Muhammadiyah harus tetap pada bingkai merawat netralitas.

Artinya, Pemuda Muhammadiyah harus tetap netral pada politik manapun, dan menjaga kedekatan yang sama kepada partai politik manapun.

“Dan menjaga kedekatan yang sama kepada capres manapun,” kata Dahnil Anzar dikutip Tribun.

Musikus Iwan Fals pun menanggapi keputusan Pemuda Muhammadiyah untuk netral di Pilpres 2019 mendatang melalui media sosial Twitternya yang sudah terverifikasi, pada Jumat 30 November 2018, pukul 9.49 WIB.

Menurut musikus yang dulu sering mengkritik pemerintah lewat lagu-lagunya itu, kenetralan Pemuda Muhammadiyah itu sama dengan dirinya.

“Pemuda Muhammadiyah netral di Pilpres 2019, hehe sama dong,” tulis Iwan Fals lewat akun Twitter-nya, @iwanfals.

Iwan Fals juga membongkar sikap politiknya sejak zaman Presiden Soeharto.

Iwan Fals menjelaskan sejak Indonesia hanya memiliki tiga partai politik (Golkar, PPP, dan PDI) hingga saat ini, ia mengaku masih memutuskan untuk netral.

“Hmm perasaan dari dulu, dari jaman 3 partai saya netral melulu ya...” tulis Iwan Fals.
Kicauan Iwan pun ramai dikomentari para netizen.

"Dulu Bang Iwan belum pernah diundang ke istana, malah bikin lagu 'siang di seberang sebuah istana'. Dan belum pernah bikin lagu untuk memuji pemimpin. Sekarang, hanya Bang Iwan yang tahu," tulis @abuZahr88317783.

"Sejak gabung dengan Jokowi, si @iwanfals berubah jadi watak penipu.. Watak penghianat partisan penjual aset bangsa. Sekarang ngaku netral?" cuit @yan_tanuwidjaya.

"Ketauan minim prestasi, pendukung pak de ngaku netral. Senyumin ajee dah," cuit @NYudhh.

"Dulu waktu Pak Harto berani protes bersuara lantang, sekarang ngaku netral, dasar nggak milenial," tulis @X_SamURay63.

"Ya gini kalo artis nyebong melulu.. Ketika junjungannya tergerus kecitraannya, mulai ngaku netral.... Parah banget, jadi pendukung setengah-setengah.. Munafik tuh namanya," cuit akun @MasterWing3.

"Wkwkkwkwkwk.. Akhir pemerintahan Presiden Jokowi yang mulai keliatan tergusur baru ngomong netral.. Awal-awal makan bareng.. Dapet izin konser di mana-mana udah mau berakhir baru bilang netral… Mending memihak om.. daripada plin plan.. Zaman SBY manusia setengah dewa.. Zaman Jokowi," cuit @mohammad_tasdiq.

"Ya gitu deh kalo udah deket-deket pemilu. Ngakunya netral," tulis akun @ziannnaralendra.