Ibnu al-Haitsam, Penemu Optik

Oleh: Zamir Mohyedin*

Abu Ali al-Hasan bin al-Hasan bin al-Haitsam atau Ibnu al-Haitsam, di Barat lebih dikenal dengan nama Alhazen. Adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ibnu al-Haitsam dilahirkan di Basrah (Irak) pada tahun 354 H atau 965 Masehi. 

Ibnu al-Haitsam pernah mengklaim dia dapat selesaikan masalah banjir sungai Nil yang melandar Mesir. Khalifah Al-Hakim pun jemput Ibnu al-Haitsam datang ke Mesir.

Tapi masalahnya Ibnu al-Haitsam sebelumnya tak pernah ke Mesir. Saat tiba di Mesir, dia melihat sungai Nil terlalu besar dan ideanya untuk selesaikan masalah banjir jadi tak bisa diterapkan.

Padahal Khalifah Al-Hakim memiliki tabiat. Dia tak rasional dan tak boleh tengok benda salah sikit. Ada salah sedikit, dia langsung akan menjatuhkan hukuman sampai digelar "mad Caliph".

Ibnu al-Haitsam sadar kalau masalah banjir Sungai Nil tidak bisa dia selesaikan seperti klaim sebelumnya, dia akan dihukum pancung. Jadi, Ibnu al-Haitsam melarikan diri dan bersembunyi sampai Khalifah Al-Hakim meninggal dunia.

Ada legenda, Ibnu al-Haitsam pura-pura gila sampai kemudian dia ditahan di rumah tahanan.

Apa pun itu, apakah dia bersembunyi atau dia ditahan di penjara, dalam waktu inilah Ibnu al-Haitsam berhasil mengarang kitab agung dalam dunia sains yaitu Kitab Optik (bahasa arab: Kitab al-Manazir).

Di rumah dia bersembunyi/ditahan, terdapat satu lubang kecil yang boleh ditembusi cahaya. Daripada tak buat apa-apa, Ibnu al-Haitsam kaji kelakuan dan sifat cahaya yang tembus ke lubang ini.

Kitab al-Manazir ini sangat berpengaruh luas di dunia. Selepas diterjemah ke bahasa Latin, ia begitu popular sampai menjadi referensi oleh para tokoh-tokoh besar dalam sains — Isaac Newton, Galilleo Galilei, Johannes Kepler, Roger Bacon, dll.

Kenapa besar pengaruhnya? Sebab kitab inilah yang membuka jalan kepada ilmu optik moden. Pengetahuan sains optik Yunani yang berdiri lebih 1,000 tahun diruntuhkan.

Paling penting sekali dalam kitab inilah Ibnu al-Haitsam menunjukkan bahwa teori saintifik mesti dibuktikan melalui eksperimen — sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dibuat oleh ilmuan-ilmuan sebelum itu.

Eksperimen inilah yang saintis moden, baik saintis kapir atau Islam, teruskan untuk meneroka pengetahuan tentang alam dan membangunkan teknologi.

(*fb)

Baca juga :