Mujahid 212: Anies-Puan, Tanda Perseteruan Mega dan Jokowi Serius

Anies-Puan, Tanda Perseteruan Mega dan Jokowi Serius

Oleh: Damai Hari Lubis, SH., MH (Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212)

Andai Jokowi anggota parlemen Jokowi tentu sudah diberi sanksi dicopot melalui PAW (Pergantian Antar Waktu). Apa penyebabnya karena Jokowi gunakan politik pecah batu. Jokowi memberi isyarat kepada Megawati, bahwa dia bisa menjadi tokoh memecah suara PDIP dengan mencoba calonkan Ganjar menjadi Capres di 2024 yang mungkin saja Ganjar akan dipasangkan dengan Erick Thohir bahkan boleh jadi Ganjar – Anies. 

Atau jika terpepet dalam rangka merangkul dengan beberapa ”pra syarat keamanan kepada Anies” ke depan bagi dirinya, keluarga dan para kolega dekatnya, Jokowi akan merestui Anies – Ganjar. 

Namun oleh sebab Megawati dan Jokowi satu kiblat yakni alergi dengan pameo ”politik identitas” yang disematkan sebagian masyarakat/publik bangsa ini bagi jatidiri seorang Anies. 

Maka diharapkan oleh Jokowi, Megawati yang keberatan atau menolak Jokowi 3 periode dapat menurunkan keberatan atau melunak untuk win win solution menerima tuntutan dari dirinya dari 3 periode menjadi sebuah restu politik Ia diberikan tiket bakal Cawapres 2024 yang berpasangan dengan Capres Prabowo Subianto.

Dalam adab politik pada sebuah partai Jokowi bisa dianggap melawan, tidak patuh atau berkhianat kepada Ketum partai (PDIP). 

Andai tingkah Jokowi dilakukan oleh seorang kader PDIP di parlemen tentu Jokowi akan di PAW/ Pergantian Antar Waktu. 

Mengingat dan menimbang seorang pribadi Megawati, Megawati tentu tidak akan memberi kesempatan kepada kadernya yang memaksa atau memojokkan dirinya untuk membuat sebuah keputusan terlebih secara kasar dan terang – terangan serta di akhir masa jabatannya presiden 2 (dua) periode, oleh seorang yang mungkin ia anggap tak tahu diri dan bukan siapa – siapa saat sebelumnya, setelah Ia usung dan jadikan menduduki jabatan tertinggi di republik selama 2 (dua) periode. 

Maka dengan rasa marah termasuk kepada Prabowo, yang nampak intim dengan Jokowi, bisa jadi Mega akan mencalonkan Anies – Puan. Namun inilah politik.

Saat – saat terakhir Mega akan terus diuji oleh Jokowi yang masih bisa manufer oleh sebab jabatan dan kekuasannya sebagai presiden. Apakah Mega akan kalah, lalu menerima desakan win win solusi dari Jokowi. Atau siap menerima tantangan Jokowi yang akan tetap berkoalisi dengan Golkar. Atau Megawati akan ambil kesempatan membalas dendam kepada kedua orang: Jokowi dan PS.

PS ia tinggalkan dengan harapan mengubur obsesinya menjadi presiden untuk kesekian kalinya. Lalu ambil keputusan sulit Anies – Puan? 

Masyarakat hanya bisa menanti karena pencalonan presiden hanya dimiliki para Ketua Umum Partai sesuai mekanisme perundang-undangan yang sah berlaku.

(SN)