Mencari Presiden Baru

Partai Nasional Demokrat (NasDem) tengah menyiapkan sejumlah nama yang bakal disodorkan kepada Ketua Umum Surya Paloh sebagai kandidat calon presiden 2024. 

Sejumlah pengamat politik yakin bahwa NasDem akan memunculkan nama yang belum pernah berlaga dalam pemilihan presiden, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, mengatakan Partai NasDem bakal berupaya memunculkan kandidat yang relatif dapat diterima lintas golongan. 

"Yang terpenting, dia adalah tokoh baru dalam pusaran politik nasional," kata Dedi ketika dihubungi, kemarin. 

Menurut dia, NasDem butuh calon presiden yang bebas dari kepentingan politik nasional, terutama partai politik.

Soal elektabilitas, dia melanjutkan, Anies unggul dibanding kandidat lain. Ridwan Kamil dan Khofifah masuk lapis kedua bersama eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, serta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. "Akan lebih banyak menyasar tokoh profesional yang selama ini tidak dikenal sebagai kader partai politik ataupun elite politik," ujar Dedi.

Dengan 9 persen suara, NasDem perlu berkoalisi untuk memenuhi batas ambang pengajuan calon atau presidential threshold. Di antara partai yang membutuhkan mitra untuk memenuhi ketentuan 20 persen adalah Gerindra dengan 12,5 persen suara.

Namun Dedi memandang sulit bagi NasDem untuk bergandengan dengan Gerindra yang mengusung ketua umum mereka, Prabowo Subianto. Sebab, menurut Dedi, Surya Paloh cenderung berseberangan pandangan dengan Prabowo. Adapun Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang disebut sebagai kandidat kuat calon presiden versi berbagai lembaga survei, merupakan kader PDI Perjuangan.

Partai NasDem mengumumkan akan memilih calon presiden untuk diusung dalam Pemilu 2024. Para kandidat akan dipilih dalam rapat kerja nasional (rakernas) pada 15-17 Juni mendatang di Jakarta.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G. Plate, menyebutkan nama-nama kandidat berbasis usulan dalam rapat kerja tersebut. Dia optimistis bahwa calon yang muncul nanti merupakan pilihan terbaik setelah melalui proses internal. "Punya potensi tinggi sebagai kepala negara dan pemimpin pemerintahan," kata Johnny.

Menteri Komunikasi dan Informatika itu mengatakan NasDem sudah memegang beberapa nama kandidat untuk diusulkan dalam rapat. Namun dia enggan menyebutkannya.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Barat, Saan Mustopa, menyebut Anies sebagai salah satu kandidat. "Dari sekian banyak pemimpin daerah, mayoritas minta untuk mempertimbangkan Pak Anies dalam rakernas," ujar dia.

Setelah dibahas dalam rapat kerja, Saan melanjutkan, nama tersebut dapat dipilih oleh Surya Paloh sebagai pengambil keputusan. 

Meski menjagokan Anies, Saan memastikan semua kader NasDem akan taat pada apa pun keputusan ketua umum mereka.

Direktur Eksekutif Aksara Research Institute, Hendri Kurniawan, menyatakan Partai NasDem harus mengambil tokoh kunci jika ingin bersaing dalam Pemilu 2024. Tokoh kunci yang ia maksud merupakan kandidat yang mampu menjadi representasi kelompok pendukung pemerintah atau yang berseberangan sebagai calon presiden 2024. "Ada Ganjar Pranowo yang mewakili pendukung pemerintah dan Anies yang merepresentasikan kelompok oposisi," kata dia.

(Sumber: Koran Tempo, 06/05/2022)