Tumbangnya Kekuatan Hebat Murabithun (Moor) dan Para Ulama Yang Salah Fokus


Tumbangnya Kekuatan Hebat Murabithun dan Para Ulama Yang Salah Fokus

Ketika Toledo tumbang dan Sevilla diambang keruntuhan, para petinggi Andalusia meminjam kekuatan dari para pejuang Afrika, mereka dikenal sebagai kaum Murabithun (Moravid).

Kolaborasi antara muslim Andalus dan pejuang Murabithun berhasil memperpanjang usia Islam di Andalusia, mereka menang dalam pertempuran Zallaqah melawan pasukan Afonso VI.

Kegagahan dan keberanian pasukan Murabhitun tersiar cepat. Mereka dianggap punya andil hebat dalam eksistensi Islam dan muslim di Andalusia.

Dibawah dinasti Murabithun (Moor), kekaisaran ini terbentang dari Maroko, Sahara Barat, Gibraltar, Tlemcen (Aljazair), Senegal, Mali, Spanyol dan Portugal.

Tapi, Kegagahan itu retak direntang tahun 1118 M, ketika terjadi konflik di internal mereka, yang itu berdampak pada kekalahan back to back melawan pasukan musuh di wilayah Qotonda dan di Caleia.


***

Ketika kita mengulik cerita peradaban bangsa-bangsa, kaum, dan bahkan orang-orang hebat, kita tidak akan terlepas dari suguhan dua hal, pertama adalah sebab kebangkitan, dan kedua adalah alasan keruntuhan.

Terkait poin kedua, menurut catatan dari pakar sejarah, DR. Raghib As-Sirjani, satu diantara sekian sebab utama melemahnya spirit dan kendurnya keperkasaan orang-orang Murabithun adalah karena masalah moral. Juga ditambah faktor banyak dari Ulama mereka yang gagal fokus dan rabun tujuan.

Tentang problem Ulama yang gagal fokus ini, Abdul Wahid Al-Marrakasyi berkomentar, "Yang berada di dekat pemimpin kaum muslimin hanya orang yang mengenal masalah furu'iyah saja. Mereka sibuk membahas masalah furu’ mazhab maliki sampai meninggalkan isu-isu yang lebih penting. Bahkan perhatian terhadap Al-Quran dan Hadis sampai menurun tajam. Muncul sikap antipati terhadap ilmu kalam, dan timbul hobi baru yaitu suka mengkafirkan para ulama yang berbeda. Kitab karya Al-Ghazali dibakar dan kampanye anti ilmu kalam marak dimana-mana."

Kondisi para ulama yang kesibukan dan fokusnya hanya berotasi pada masalah furu'iyah adalah kondisi yang sangat berbahaya. Kesalahan fokus tersebut menjadikan waktu untuk masuk mendalami dan memahami kondisi dan kebutuhan riil masyarakat menjadi terbelah dan terhad. Dan ini adalah pembukaan sakaratul maut sebuah entitas kekuatan besar bernama Murabhitun.

Cuplikan kisah pendek kaum Murabhitun ini, tampaknya bisa kita pinjam untuk meneropong kondisi kita sekarang. Apakah kegalauan interaksi sosial dan beragama kita sekarang adalah tersebab fokus sebagian pemuka agama di republik ini pecah? yang itu berdampak terhadap tersungkurnya moral anak bangsa ini?

Jika kondisi ini yang sedang dihadapi oleh bangsa ini, itu adalah kabar baik dan buruk sekaligus untuk kita.

Kabar baiknya adalah InshaAllah kita tidak akan terjerembab seperti Murabithun. Kenapa? Karena kita belum pernah betul-betul berjaya seperti mereka.

Dan tentang kabar buruknya adalah bahwa kita sebagai kekuatan Islam dunia punya potensi tinggi, potensi tinggi untuk layu sebelum mekar.

Source: قصة الأندلس من الفتح إلى السقوط/راغب السرجاني

(By Ahmad Syauqi)