AROGAN STAFSUS JOKOWI, Dikecam Warganet Akhirnya Twit Dihapus


[PORTAL-ISLAM.ID]  Namanya Gracia Billy Yosaphat Mambrasar, salah satu stafsus Jokowi dari kalangan milenial yang membidangi Milenial dan Inovasi.

Ia adalah putra Papua, kelahiran Yapen berusia 31 tahun.

Peraih gelar MBA di The Australian National University (ANU) ini pendiri Yayasan Kitong Bisa, lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan untuk anak-anak di Papua yang berhasil menyekolahkan lebih dari seribu siswa tidak mampu di Papua dan Papua Barat. Selain itu dia juga bagian dari Papua Muda Inspiratif dan juga penasehat Gubernur Papua dan Papua Barat.

Prestasinya hebat saat bukti nya ditampilkan. Namun dari segudang prestasi itu, ada CACAT KEPRIBADIAN yang ia tunjukkan ketika menjalani jabatan stafsus milenial.

Sebagai stafsus yang DIGAJI oleh RAKYAT, dirinya menggunakan tatanan bahasa khas pendukung Jokowi. Gak masalah jika jabatannya masih warga Papua yang berjuang demi daerahnya. Jadi masalah ketika ia diangkat sebagai PEJABAT ISTANA yang DIGAJI oleh RAKYAT.

Ucapan "KUBU SEBELAH" ini memperlihatkan kedangkalannya dalam memakai kosakata. Banyak pilihan kata, namun ia memilih kata baku untuk olok-olok seolah bermain sosial media tanpa ada embel jabatan negara di embannya.

Kata "KUBU SEBELAH" yang ia gunakan menampakkan kebencian yang sudah ia vonis sebelum ada putusan. Sekali lagi, kita dibuat kecewa oleh manusia-manusia jahanam yang enteng bicara tanpa memikirkan dampaknya.

Kenapa saya sebut manusia jahanam?

Karena sebagai pejabat negara dengan jabatan staf khusus presiden, dia harusnya paham bahwa segala kebutuhan ia mulai dari suap nasi dan kebutuhan syahwatnya dibiayai oleh negara. Yang artinya ada rakyat Indonesia yang ikut membiayai nyawanya saat ini.

Ucapan "KUBU SEBELAH" membuktikan ia sudah meng'kotak2an rakyat Indonesia sejak dini. Hal yang seharusnya terlarang dilakukan oleh pejabat negara karena gajinya dibiayai oleh seluruh rakyat yang didalamnya ada orang yang ditunjuknya sebagai "KUBU SEBELAH".

Jika ia sudah tua, mungkin kita akan maklum dengan pola pikir kaum tua yang kolot walaupun penuh titel dinamanya. Namun ia masih muda 31 tahun, tapi sudah mewarisi BIBIT PERPECAHAN dalam dirinya. Terlebih dengan jabatan stafsus presiden.

APA YANG KITA HARAPKAN DARI ORANG YANG MASIH DIGAJI UANG RAKYAT INI?

Jika bicara di sosial media saja sudah menampakkan kebencian, bayangkan pembicaraan dia dalam ruang tertutup. Pasti sudah sama dengan kaum baskom pecah yang suka memaki dan membenci dengan sesamanya.

Muda, berprestasi, punya inovasi dan menampilkan kebijakan patut kita puji. Namun muda, berprestasi tapi gak bisa menampilkan kesejukan, gak ada gunanya kita sanjung lagi.

Manusia-manusia yang gak tau diri seperti mambrasar ini gak layak menjadi stafsus presiden. Jabatan terhormat itu harus ternoda dengan pernyataannya seperti ini. Bahasanya bukan kaum intelek, tapi terlihat seperti abu janda dan denny siregar buzzer cap gayung.

Bicara Pancasila yang ia muliakan, sebagai putra Papua sudah sampai dimana keberhasilan yang ia capai dalam mengabarkan Pancasila pada warga papua, khususnya OPM yang mengajak merdeka?

Jika masih ada OPM di Papua, jangan jual Pancasila pada orang lain. Perbaiki dirimu, ucapanmu dan lingkungan sekitarmu dulu untuk bicara Pancasila pada pihak lain. Kewajiban utamamu dalam menyampaikan Pancasila, justru pada gerombolan pengacau yang sudah banyak membunuh nyawa putra negeri.

Jangan jual Pancasila itu dengan jabatan yang kau nikmati saat ini.

Sebagai rakyat, saya ingin berkata padanya.

"Jangan sombong kau, selagi makan uang kami. Selagi pengisi perutmu, biaya mandimu dan kiriman uang untuk ibumu masih dari kami..gak ada yang perlu kau banggakan dari jabatan saat ini...!!!"

Koreksi bawahanmu Jokowi..!

By Setiawan Budi

*Sumber: fb 

___
*Catatan Admin: Setelah banyak kecaman, akhirnya twit Billy Mambrasar (@kitongbisa) di atas dihapus.

Setelah dihapus twtnya, Si @kitongbisa lalu ngeles yang dimaksud dengan "KUBU SEBELAH" adalah "HATERS atau ORANG2 PESIMIS terhadap progress kinerja saya.. Jgn diartikan kubu sebelah seperti lagi jaman Pilpres".

loading...
Loading...