Salah Satu Prioritas PR Dakwah: Shalat Wajib


Salah Satu Prioritas PR Dakwah: Shalat Wajib

Pada saat banyak pegiat dakwah berpolemik dalam permasalahan-permasalahan yang lebih detail di ruang publik, ada fakta cukup memprihatinkan bahwa—berdasarkan hasil survei Indonesian Muslim Report 2019 oleh Alvara Research Center—mayoritas muslim Indonesia (61%) belum melaksanakan salat wajib 5 waktu.

2% = Selalu shalat 5 waktu dan selalu berjamaah
7,7% = Selalu shalat 5 waktu dan sering berjamaah
29, 2% = Selalu shalat 5 waktu dan kadang berjamaah
33,8% = Sering shalat 5 waktu (kadang tidak)
26,8% = Jarang shalat 5 waktu
0,4% = Tidak pernah shalat 5 waktu


Padahal tidak ada perbedaan di kalangan ulama bahwa kewajiban salat termasuk yang sangat diprioritaskan dalam Islam, dan meninggalkan salat wajib secara sengaja merupakan kemungkaran dan dosa yang sangat besar. Sebagian ulama (di antaranya dari mazhab Hanbali) bahkan sangat tegas menilai bahwa hal tersebut merupakan kekafiran.

Itu belum lagi ditambah dengan berbagai kemungkaran besar lainnya yang sangat merusak tatanan masyarakat kita, seperti judi online, dan lain-lain.

Allahul-musta'an.

(Adni Kurniawan)

---------------------

*NB: Untuk PR yang satu ini. Yang konsen betul mendakwahkannya di akar rumput, door to door, adalah saudara-saudara dari Jamaah Tabligh. Preman main gaplek diajak sholat, remaja lagi mabar di poskamling disamperin suruh sholat, yg ngopa-ngopi di warkop didakwahin agar sholat. Banyak yang kebelinger akhirnya sadar dan jadi bener. Mau sholat, mau jamaah, dan mau ngaji. 

Baca juga :