Para Pesilat di Trenggalek Serang Rombongan GP Ansor, 1 Orang Koma

[PORTAL-ISLAM.ID] Petaka dialami rombongan GP Ansor Tulungagung yang menaiki minibus usai melakukan ziarah. 

Saat melintas di ruas jalan nasional Trenggalek-Ponorogo, Desa Jambu, Kecamatan Tugu Trenggalek, Minggu (5/3/2023) dini hari dilempari batu belasan orang tak dikenal.

Belakangan diketahui, oknum yang melempari batu tersebut adalah anggota perguruan silat. 

Total ada 4 minibus yang sedang dalam perjalanan pulang dari ziarah ke Tulungagung. 2 dari 4 minibus itu jadi korban pelemparan. Salah satunya minibus bernopol AG 7422 K sampai masuk parit. Bahkan salah satunya ada yang koma dan belum sadar.

Berikut fakta-faktanya:

1. Dua Minibus Rombongan GP Ansor Dilempar Batu Pesilat

Ada 4 minibus yang sedang dalam perjalanan pulang dari ziarah ke Tulungagung. 2 Dari 4 minibus itu menjadi korban pelemparan, salah satunya minibus bernopol AG 7422 K sampai masuk parit.

Belakangan diketahui, oknum yang melempari batu tersebut adalah anggota perguruan silat. Peristiwa itu terjadi di ruas jalan nasional Trenggalek-Ponorogo, Desa Jambu, Kecamatan Tugu Trenggalek, Minggu (5/3/2023) dini hari.

Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Tulungagung Mukhamad Sukur mengatakan akibat kejadian pada Minggu dini hari itu sejumlah korban masih mengalami syok.

2. Minibus Masuk Parit Sebabkan 16 Luka-1 orang Koma

Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Tulungagung Mukhamad Sukur mengatakan insiden yang terjadi di Desa Jambu, Kecamatan Tugu, Trenggalek pada Minggu (5/3) dini hari itu dialami dua mobil Elf.

"Saat itu rombongan empat mobil pulang ke Tulungagung dari ziarah di Makam KH Hasan Besari Ponorogo. Tiba di daerah Tugu terjadi pelemparan batu," kata Mokhamad Sukur, Senin (6/3/2023).

Dia jelaskan bahwa 16 korban luka itu termasuk sopir dan para penumpang. Dua korban yang luka serius saat ini dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung agar mendapat penanganan intensif.

"Luka ringan ada 14 dan luka berat ada 2 orang. Yang 1 kemarin sudah operasi di RSUD Trenggalek dan yang 1 dirujuk ke Tulungagung karena kondisinya agak parah. Informasi terakhir sudah ada perbaikan, karena sempat koma," ujarnya.

3. Puluhan GP Ansor Geruduk Polres Trenggalek

Puluhan orang menggeruduk Polres Trenggalek. Anggota GP Ansor asal Tulungagung dan Trenggalek itu menanyakan penanganan kasus pelemparan minibus di Trenggalek.

Tidak hanya itu mereka juga meminta pelaku untuk menanggung biaya pengobatan para korban yang terluka akibat insiden tersebut, juga biaya perbaikan kendaraan.

Perwakilan anggota GP Ansor itu diterima Kasatreskrim Polres Trenggalek Iptu Agus Salim dan KBO Satintelkam Polres Trenggalek Iptu Sujarwo.

"Hari ini kami datang ke Polres Trenggalek untuk menanyakan dan mengklarifikasi perkembangan kasus," kata Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Tulungagung Mukhamad Sukur.

4. Pesilat Lempari Minibus Rombongan Ansor Tulungagung Salah Sasaran

Kasat Reskrim Polres Trenggalek Iptu Agus Salim mengatakan, dari hasil pemeriksaan tersangka dan sejumlah saksi, sasaran pelemparan batu itu sebenarnya bukan rombongan Ansor Tulungagung. Pesilat pelempar batu itu berencana menyerang rombongan anggota pesilat dari perguruan lain yang baru pulang pengesahan di Madiun.

"Motifnya, pelaku ini adalah anggota salah satu perguruan silat. Kemudian mereka mau melakukan gangguan rombongan perguruan silat yang punya hajat di Madiun," kata Agus Salim, Senin (5/3/2023).

Mereka mengira rombongan tersebut adalah kelompok pesilat yang menjadi targetnya. Saat sampai di Desa Jambu, Kecamatan Tugu, para pelaku langsung melancarkan penyerangan dengan melempari batu.

"Namun ternyata salah sasaran dan yang kena pelemparan ini adalah rombongan peziarah GP Ansor Tulungagung," jelasnya.

5. Dua Korban Lemparan Batu Pesilat Dirujuk ke RS Tulungagung

Insiden pelemparan orang tak dikenal terhadap mobil rombongan peziarah GP Ansor Tulungagung di Trenggalek mengakibatkan 8 orang luka. Para korban luka dirawat di rumah sakit, dua di antaranya bahkan harus dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung.

"Enam korban luka ringan dan bisa rawat jalan. Sedangkan dua orang laki-laki BS dan N, kemarin kami rujuk atau alih rawat ke RSUD dr Iskak, karena kebetulan rumahnya Tulungagung dan membutuhkan penanganan lebih lanjut," kata Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sujiono, Senin (6/3/2023).

Dijelaskan saat dirujuk ke Tulungagung, kondisi BS masih belum sadarkan diri, karena diduga mengalami cedera otak akibat lemparan batu. Sedangkan untuk kondisi korban N mengalami luka serius pada bagian dagu.

6. Polisi Tetapkan 11 Pesilat Tersangka

Kasatreskrim Polres Trenggalek Iptu Agus Salim menyatakan bahwa sudah ada 11 orang tersangka yang ditetapkan dalam kasus pelemparan batu terhadap minibus rombongan GP Ansor asal Tulungagung itu. Dia menyebutkan bahwa 4 di antara pelaku masih anak-anak.

Agus menyebutkan bahwa setelah terjadinya pelemparan minibus rombongan GP Ansor Tulungagung di Trenggalek pada Minggu (5/3/2023) dini hari dia langsung menerjunkan tim untuk melakukan proses penyelidikan.

Dari hasil olah TKP yang sudah dilakukan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa batu, pecahan kaca mobil, serta rekaman video dari kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Dia menyebutkan bahwa 4 dari 11 tersangka itu masih terkategori di bawah umur atau masih anak-anak. Tiga di antaranya adalah siswa kelas X SMK dan 1 orang lainnya adalah siswa kelas XI SMK. Dia juga memastikan para pelaku ini adalah anggota salah satu perguruan silat.

"Untuk tersangka dewasa langsung kami lakukan penahanan, sedangkan untuk tersangka anak-anak tidak kami tahan," ujarnya.

7. Para Tersangka Dijerat Pasal 170 KUHP

Kasat Reskrim Polres Trenggalek Iptu Agus Salim mengatakan 11 tersangka akan dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama. Para tersangka itu terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara.


Baca juga :