Sarkas "tingkat dewa" proyek kereta 😁

Salah kamu

By Tere Liye

LRT Palembang itu per bulan biaya operasionalnya 10 milyar. Mulai dari gaji karyawan, perawatan, dll, dsbgnya. Ada atau tidak ada penumpang, segitu biayanya. Maka setahun total 120 milyar. 

Lantas berapa penumpang LRT Palembang? Di puncak2nya sebelum pandemi, ada 2,6 juta per tahun. Banyak? Jutaan memang angkanya, tapi itu sangat sedikit utk nutup operasional. Sangaaaat sedikit. Harga tiket 5.000 s/d 10.000, ambil harga termahal, maka pemasukan tiket hanya 26 milyar. Pemasukan lain2, mulai dari menyewakan space dll, katakanlah 10 milyar, total 36 milyar. 

Biaya operasional 120 milyar vs pemasukan 36 milyar. Tekor. Nyaris 8 milyar per bulan. Segitulah angkanya. Dan kita, belum memasukkan variabel investasi awal loh. Nilai proyek ini 9 trilyun. Di bagi jadi 100 tahun pun, maka per tahun harus menanggung pengembalian modal 90 milyar. Tambah tekornya. 

Salah siapa? 

Salah warga Palembang. Coba mereka tiap hari naik LRT. Kan penduduk Palembang itu hampir 2 juta. 50% saja naik LRT, itu artinya 1 juta per hari, kalikan 365, maka 365 juta penumpangnya. Kalikan 10.000, maka 3,6 trilyun per tahun. Wah, cukup 3 tahun balik modal. 

Tapi begitulah, warga Palembang ini memang susah nian dikasih tahu. Masa' penumpang LRT sehari hanya 5.000 orang saja. Apalagi Tere Liye itu, ngaku2 dari Palembang, jarang naik LRT. 

Apakah situasi ini memprihatinkan? Belum.

Besok2, kita akan nemu kasus lebih seru, Kereta Cepat Jakarta - Padalarang/Tegalluar. Bahkan dgn asumsi penumpang 20.000 per hari pun, angka2nya tetap berat nutup investasi 130 trilyun, ditambah operasional yg tidak akan kurang 1-2 trilyun per tahun. Buat bayar bunga utang proyek ini saja 1 trilyun lebih setahun.

Entah gimana nutupnya itu biaya operasional, bunga, cicilan. Jika proyek kereta cepat ini terus membebani BUMN, besok2, uang rakyat juga yg dipakai. 

Salah siapa? Salah rakyat Indonesia! Mereka tidak mau diajak maju. Coba mereka mau. Jadi saran saya, besok2, jika penumpang dikit: tol ditutup, travel dilarang beroperasi, pokoknya biarkan kereta cepat ini satu2nya pilihan transportasi Jakarta-Bandung. Yang protes, suruh pindah ke LN! 

(fb)