Ni Luh Jelantik: Masuk NasDem Gegara Ahok Keluar Gegara Anies, Kutu Loncat?

[PORTAL-ISLAM.ID]  Sebelum terjun ke Partai Politik, Ni Luh Jelantik sudah dikenal sebagai desainer sepatu terkemuka. 

Sejumlah artis Hollywood bahkan telah mengkoleksi karyanyaa. 

Ia kemudian menjadi aktivis sosial dan kemanusiaan yang banyak membantu masyarakat.

Mantan ketua DPP UMKM Partai NasDem baru bergabung dengan partai politik karena dorongan dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

Sebelumnya dalam Pilkada Jakarta 2017, dia aktif memberikan dukungan pada Ahok.

Kemudian kala Ahok sempat dipenjara, Jelantik pun sempat menengoknya. 

"Saat itu pak Ahok bilang ke saya, Ni Luh kalau kamu berantem terus di luar, kamu akan babak belur, kamu harus masuk ke dalam sistem untuk melanjutkan perjuanganmu untuk memberi berkat lebih kepada masyarakat. Kalau bergesekan terus dengan pemerintah, kamu harus masuk ke dalam sistem menjadi pembuatan aturan yang pro rakyat," tutur Luh Djelantik, Kamis, (6/10/2022).

Karena nasehat itu, dia memutuskan untuk masuk partai NasDem pada tahun 2018. 

Sebelum itu. ia telah diminta bergabung ke partai bendera biru tersebut oleh Ketua Komisi Saksi Nasional Partai NasDem, Putu Arta dan Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur.

"Awal ditawari masuk partai NasDem saya belum memberi jawaban apa-apa. Tapi karena saya mendapatkan saran itu dari pak Ahok, saya terima ajakan bergabung bersama NasDem dengan semangat restorasi partai yang sudah disampaikan," jelasnya.

Setahun setelah bergabung dengan NasDem, ia maju dalam pemilihan legislatif pada tahun 2019. 

Meski belum mampu mengamankan kursi sebagai salah satu anggota legislatif, wanita 47 tahun itu  mampu mengumpulkan 20 ribu suara.

"Saya kekurangan saksi untuk mengamankan suara saat Pileg tersebut," ungkapnya.

Sebenarnya sebelum bergabung dengan NasDem, Luh Djelantik pernah menjadi bagian dari partai PSI. 

Bahan sempat menjadi satu dari tiga Bakal Calon Legislatif dari PSI pada Februari 2018. Namun karena suatu alasan khusus, dia batal bergabung disana.

Kiprahnya di aktivitas politik sebenarnya sudah bermula pada 2014, ia menjaaasi relawan dari Presiden RI, Joko Widodo dalam Pilpres. 

Selanjutnya, 2017 kembali menjadi relawan Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta sebagai lawan politik dari Anies Baswedan.

"Waktu itu saya ikut mendirikan posko pemenangan di daerah Kemang, Jakarta saat Ahok akan mencalonkan diri jadi Gubernur," jelasnya.

Menjadi bagian dari tim sukses Ahok, Luh Djelantik dan keluarga kerap mendapatkan ancaman serta cacian melalui berbagai media, hingga permintaan penutupan posko pemenangan Ahok. Foto-fotonya juga terpajang di situs kencan online.

Menurut Luh Djelantik, mungkin memang bukan  Anies Baswedan yang melakukan hal-hal kotor tersebut. 

Tapi bagi seorang Ni Luh, Anies mestinya mampu untuk menghentikan cacian dan segala tindakan kejam dari para pendukungnya.

"Karena alasan itu saya masuk partai tapi dengan tetap menjalankan idealisme saya sendiri, dan saya jelaskan di awal bagaimana pandangan saya terhadap pada Anies. Ketika dia dipilih oleh NasDem sebagai Capres 2024, saya mundur karena sudah tidak satu prinsip dengan rumah saya sendiri, yaitu di Partai NasDem," kata Ni Luh.

Setelah memutuskan keluar dari NasDem, ia mengatakan akan tetap menjadi pelayan rakyat. 

Walaupun setelah pengumuman pengunduran diri yang disampaikan lewat Media Sosial pribadinya, ia mulai didekati oleh beberapa partai politik. Hanya saja, Luh Djelantik belum memutuskan untuk kembali lagi ke partai.

"Pada saat tanggal 3 Oktober kemarin itu saya mengumumkan pengunduran diri, prosesnya sangat cepat, dan sudah ada telpon masuk dari beberapa partai politik. Mbok hanya menjawab dengan cara sederhana, let me sit down. Nanti akan ada jawabannya," tuturnya. [Democrazy]