Mengapa Indonesia Perlu MENOLAK Timnas Israel di Piala Dunia U-20 2023? Berikut Ini Penjelasannya... VIRALKAN

Oleh: Gerakan BDS di Indonesia (@IndonesiaBds)

Mengapa Indonesia perlu MENOLAK Timnas Israel untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia U-20 2023 mendatang?

Berikut ini penjelasannya:

Asosiasi Sepakbola Israel sebagai pengelola Timnas Israel secara aktif melibatkan klub-klub sepakbola dari pemukiman-pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat, antara lain dari Ariel, Giv'at Ze'ev, Ma'ale Adumim, Oranit, dan Tomer.

Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 2334 (2016) sudah mengkonfirmasi bahwa pemukiman ilegal Israel adalah pelanggaran hukum internasional, semisal Konvensi Den Haag 1907, Konvensi Jenewa Keempat pasal 49 paragraf 6, Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional, dan lain-lainnya.

Selain itu pemukiman-pemukiman ilegal Israel merupakan manifestasi utama praktek apartheid yang dilakukan oleh Israel, sebagaimana dinyatakan oleh @hrw @amnesty @btselem dan organisasi-organisasi HAM lainnya.

Keterlibatan Asosiasi Sepakbola Israel beserta Puma sebagai sponsor tunggalnya dalam melanggengkan pemukiman ilegal Israel adalah bentuk pemutihan terhadap kejahatan-kejahatan HAM Israel terhadap Palestina, termasuk dunia olahraga Palestina.

Bukan hanya menghalangi aktivitas para atlet Palestina saja, tetapi Israel juga berulang kali menghancurkan fasilitas olahraga Palestina. Bahkan pada tahun 2018 sniper2 Israel menembaki kaki para pemuda Palestina di Gaza, termasuk banyak di antaranya adalah para atlet Palestina.

Indonesia sejak lama berkomitmen mendukung kemerdekaan Palestina, sejak penolakan Presiden Sukarno untuk memberikan visa kepada delegasi Israel pada Asian Games 1962, hingga seruan Presiden @jokowi tahun 2016 untuk boikot produk Israel yg berasal dari pemukiman-pemukiman ilegal.

Gerakan BDS di Indonesia berpandangan bahwa memberikan visa kepada Timnas Israel untuk masuk ke Indonesia merupakan bentuk dukungan terhadap rezim apartheid Israel dan pemukiman2 ilegal Israel, serta bentuk kemunduran komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Sebagai bentuk komitmen terhadap HAM dan hukum internasional, Pemerintah Indonesia berkewajiban menolak masuknya Timnas Israel selama Asosiasi Sepakbola Israel tetap melibatkan klub-klub sepakbola dari pemukiman ilegal Israel.

Gerakan BDS di Indonesia juga mengajak seluruh masyarakat 🇮🇩 untuk menolak kedatangan Timnas Israel, di antaranya dapat dilakukan dengan memboikot produk2 bermerek Puma sebagai sponsor tunggal Timnas Israel, maupun dengan cara-cara lainnya secara efektif dan bertanggungjawab.

Bagi kami, perkara partisipasi Timnas Israel bukan lagi perkara politik belaka. Ini merupakan ujian komitmen Indonesia dalam "...melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,...",  yang diamanatkan UUD NRI 1945.

(Sumber: Twit Gerakan BDS di Indonesia @IndonesiaBds)