Jalur Kereta Api Warisan Ottoman

Ada orang Yordania cerita, 

Suatu hari aku jalan-jalan dengan seorang kawan dari Inggris di Daerah Quwaysimah di Amman, Yordania. Ketika melewati jembatan 10 yang begitu besar dan megah bekas rel kereta api Hijaz Railway, kawan itu berkata, “Luar biasa nenek moyang kalian orang-orang Yordania, arsitek yang luar biasa!”.

“Bukan, itu bukan nenek moyang kami yang bangun, itu yang bangun pemerintah Ottoman”.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan melewati Sahrawi atau Street 15, aku menceritakan tentang keunikan iklim di wilayah tersebut, disana juga masih terlihat jelas bekas rel kereta api Hijaz Railway, aku menceritakan Hijaz Railway itu dimulai dari mana dan berakhir dimana, diapun terkesima, “Luar biasa nenek moyang kalian orang-orang Yordania, sejak dulu mereka sudah tahu pentingnya railway untuk menghubungkan wilayah yang jauh!”.

“Bukan, itu bukan nenek moyang kami yang bangun, itu yang bangun pemerintah Ottoman”.

Ketika kami sampai di Qatraneh, kami berhenti di depan benteng, ketika melihat sistem pengairan yang luar biasa untuk mengairi kota, kawanku kembali terkesima, “Luar biasa nenek moyang kalian orang-orang Yordania, benar-benar jenius”.

“Bukan, itu bukan nenek moyang kami yang bangun, itu yang bangun pemerintah Ottoman”.

Diapun terdiam, sambil mengerutkan dahinya, “Ok, kalau itu semua dibuat oleh Ottoman, terus nenek moyang kalian ngapain saja?”

“Nenek moyang kami bekerjasama dengan nenek moyang kalian untuk mengusir Ottoman dari sini!!!”

***

Hejaz Railway atau Hicaz Demiryolu adalah jalur kereta api yang dibangun pada masa pemerintahan Ottoman pada masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid II (berkuasa selama 31 Agustus 1876 – 27 April 1909). Beliau sultan ke-34 Kesultanan Utsmaniyah sekaligus sultan terakhir Era Ottoman.

Jalur ini terbentang antara Damaskus (Suriah)-Amman (Yordania) sampai ke Madinah (Arab Saudi). Jalur kereta api ini merupakan bagian dari jalur kereta api yang menghubungkan antara Istanbul-Haifa (Palestina) yang merupakan salah satu proyek infrastruktur pemerintahan Ottoman selain program telekomunikasi dengan memasang kabel telegraf di seluruh wilayah Ottoman yang saat itu meliputi wilayah sebagian Afrika utara, Timur Tengah sampai Balkan.
Pengerjaan jalur kereta api ini berbeda dengan pengerjaan jalur kereta api yang lain di wilayah Ottoman yang dilakukan dengan bantuan Jerman seperti pengerjaan jalur kereta api Istanbul-Baghdad. Pengerjaan ini dilakukan atas perintah Sultan Abdul Hamid II yang meminta segenap kaum muslimin untuk berpartisipasi dalam pembangunan ini. Biaya yang diperlukan saat itu adalah sebesar 16 juta US $ dengan nilai dolar saat itu. 

Selain dari kaum muslimin, sumbangan datang dari pemerintah, Angkatan bersenjata, Tokoh Masyarakat serta gubernur khedive Mesir serta pemerintahan Syiah Shah di Iran. 

Pengerjaan ini melibatkan 5000 anggota Angkatan Darat serta penduduk sipil. Rencana pembangunan ini juga berlanjut ke Mekkah dan pelabuhan Jeddah, namun karena terbentur masalah biaya dan terjadi pertentangan oleh penduduk wilayah itu, maka jalur ini hanya berakhir sampai Madinah. 

Di Damascus saat ini masih berdiri megah stasiun kereta Hijaz dengan sebuah lokomotif Ottoman masih bisa dilihat.

(By Saief Alemdar)