Syaikh Saudi: Sepertinya, Pendidikan Anak di Indonesia adalah Hal Sulit...

Oleh: Ustadz Yani Fahriansyah*

Tiba-tiba saja Syaikh melebarkan pembicaraan ketika membahas sebuah hadits. "Begitu pentingnya pendidikan anak. Sepertinya, pendidikan anak di Indonesia adalah hal sulit."

"Wahai syaikh, kenapa anda katakan bahwa pendidikan anak adalah hal sulit di negeri ini." Tanya seorang mahasiswa setelah mengangkat tangan.

"Aku katakan demikian karena dibanding di Saudi negeri kami, Indonesia memilik beberapa tantangan. Di sini, ada hal yang menghambat dan tidak mendukung. Di tempat kami di Saudi, sekolah dasar atau taman kanak-kanak sudah memisahkan lelaki dan wanita. Ini berlanjut sampai tingkat universitas. Semuanya terpisah. Tetapi Indonesia semuanya 'terbuka' dan bebas. Kami memuji Allah, kami memuji-Nya." 

"Di Saudi, semasa kami kecil, kami sudah mengikuti halaqah Alquran sebuah program untuk menghafal Alquran. Setiap masjid punya program halaqah ini. Anak-anak mengikuti halaqah ini setiap habis Ashar hingga Maghrib. Faktor lain, di Indonesia banyak sekali sekte dan pemikiran menyimpang seperti sufi, khawarij, dan lain-lain."

"Terima kasih atas jawabannya, wahai syaikh." Kami kembali merenung. Zaman sedang menantang orang tua dan calon orang tua. (2014)

_____

✅Kesyirikan pawang hujan dikasi panggung lewat ajang motor GP.
✅Syiah dikasi panggung lewat program TV.
✅Kaum abcd pelangi imitasi dikasi panggung lewat podcast.

❌Ajaran pemurnian ajaran Islam yang mereka sebut wahabiy diklaim tidak layak di Indonesia.

Sungguh kita sedang dikepung dari segala penjuru.

Masih tidak perhatian dengan didikan/pendidikan agama untuk diri sendiri dan anak/keluarga?

Di zaman ini, kita sedang menjadi orang tua dengan sejuta tantangan mengerikan. 

Bulan lalu, di kelas mulazamah pendalaman ilmu hadits, syaikhuna menyebutkan bahwa para Nabi alaihimusshalatu wassalam dikirim pada kaum yang memiliki penyimpangan fitrah. 

Karena itu, masih kata beliau, sekiranya ada sebuah zaman yang membutuhkan pengutusan seorang nabi, itulah zaman ini. Begitu banyak peyimpangan fitrah baik penyimpangan fitrah pada tauhid, perilaku maupun alur berpikir. 

Betapa manusia di zaman ini menjadi liar seliarnya. Ayah menzinai/memperkosa putrinya. Seorang anak laki-laki menzinai/memperkosa ibunya atau adiknya sendiri. Lelaki melakukan hubungan dengan sesama lelaki, begitu pula wanita dengan sesamanya. Bahkan hewan pun menjadi sasaran dan orientasi seksual. Seorang ayah/ibu membunuh anaknya. Seorang anak membunuh ayah/ibunya. Dan lain-lain.

Karena itu tak ada jalan keluar selain memohon taufik dan penjagaan dari Allah lalu seorang hamba tersadar bahwa apapun latar belakang pendidikan dan pekerjaanya, didikan ilmu agama untuk diri sendiri dan keluarga adalah poin utama dan paling penting dalam list arah kehidupannya.

(*fb)