Heboh HEPATITIS MISTERIUS, Ini Yang Perlu Anda Ketahui

HEPATITIS MISTERIUS

Oleh: dr. Tonang Dwi Ardiyanto

"Dok, apa sih yang katanya penyakit baru yang misterius itu?"

Oh, itu hepatitis. Kan sudah lama kita kenal adanya penyakit Hepatitis? Jadi sebenarnya bukan penyakit baru. 

"Memang hepatitis itu pasti karena virus?"

Oh tidak. Yang paling banyak memang karena virus. Tapi ada juga penyebab lain seperti konsumsi alkohol jangka panjang. Kemudian hepatitis akibat racun (bisa dari berbagai zat kimia, racun, obat  tanpa kendali, dll). Ada lagi Hepatitis karena auto-imun (artinya terjadi reaksi tubuh terhadap zat dari dirinya sendiri). 

"Kalau yang baru ramai ini hepatitis apa?"

Itu termasuk hepatitis akibat virus. Selama ini kita kenal Hepatitis akibat virus itu disebabkan virus hepatitis A, B, C, D dan E. Diantara itu yang paling sering kita dengar adalah A, B dan C. Sudah sering kita temui dan hadapi. 
"Terus apa bedanya yang baru ini dengan yang sebelumnya"

Yang baru ini, gejala dan tandanya mirip sekali dengan Hepatitis A. Hanya ketika di tes di laboratorium, tidak didapatkan parameter-parameter terkait virus Hepatitis A. Bahkan juga untuk virus hepatitis B, C, D dan E. Maka diduga penyebabnya adalah hepatitis akibat virus baru. 

"Oh jadi disebut misterius?"

Sebenarnya sih bukan misterius dalam arti luar biasa sih. Hanya itu tadi, kok pemeriksaan labnya tidak cocok dengan yang A, B, C, D dan E. 

"Lha tadi katanya mirip hepatitis A?"

Benar, secara gejala tanda demikian. 

"Terus kenapa kita diminta hati-hati, kan hepatitis A sudah lama kita kenal?"

Benar, sudah lama sekali kita kenal. Hanya kita menganggap selama ini bahwa hepatiitis A itu seolah tidak bahaya. Padahal sebenarnya berbahaya. Ada yang disebut hepatitis fulminan. Artinya akut, mendadak, berat dan bisa berisiko fatal. Apalagi pada anak-anak. Jadi walau mirip hepatitis A, tetap saja kita harus hati-hati karena memang berbahaya. 

"Terus kenapa dilarang ini itu?"

Nah, itu sebenarnya juga mirip-mirip dengan hepatitis A. Umumnya menular dari saluran cerna. Maka diberi peringatan kehati-hatian: sering cuci tangan, makan di tempat yang bersih, minum air yang sudah direbus, menjaga sanitasi, terutama di tempat-tempat umum.

Ini sebenarnya nasihat yang SUDAH LAMA SEKALI kita kenal. Hanya kita cenderung tidak memperdulikannya selama ini.

"Kalau saluran cerna, kenapa ada saran pakai masker dan jaga jarak segala?"

Itu karena data yang ada sejauh ini, penyebabnya adalah Adenovirus. Virus ini selain menyebar dari saluran cerna, juga lewat bersin dan batuk. Artinya lewat nafas juga. 

"Ah, itu kan pasti gara-gara covid kan?"

Adenovirus itu sudah lama kita kenal, jauh sebelum ada era covid. 

Infeksi adenovirus cukup sering dialami oleh anak-anak, khususnya di bawah 5 tahun. Sifatnya dapat menular dengan cepat. Umumnya ringan, tapi sebagian kasus juga bisa menimbulkan masalah kesehatan serius jika tidak diobati.

Infeksi adenovirus dapat menyebabkan infeksi pada mata, usus, paru, dan saluran napas. Ada sekitar 40 jenis adenovirus yang telah dikenali dan dapat menular dengan mudah, terutama pada anak-anak.

"Jadi sudah ada dugaan penyebabnya?"

Sejauh ini, dugaan kuat disebabkan oleh Adenovirus type 41F. Maka itu tadi, ada saran kehati-hatiannya. 

"Lho katanya kok ada hubungannya dengan covid dan vaksin covid?"

Saat ini sedang terjadi pandemi covid. Di sebagian yang terinfeksi hepatitis baru, ada ditemukan virus covid. Wajar saja karena sedang pandemi. Tapi di sebagian pasien lain, tidak ditemukan virus covid. Maka faktornya bukan covidnya. 

"Tapi kan bisa saja, karena covid, kondisi drop, terus kena hepatitis baru?"

Ya bisa saja. Sebagian dari yang terinfeksi covid, ada yang mengalami penuruann kondisi. Bahkan bisa berkepanjangan yang disebut gejala sisa atau long covid. Jadi posisi covid adalah menurunkan daya tahan. Pada posisi itu, bisa saja tubuh terinfeksi oleh banyak hal, karena daya tahannya turun. Penyebab hepatitis barunya tentu bukan covid secara langsung.

"Terus kalau dengan vaksinasi covid?"

Diantara yang terinfeksi hepatitis baru, ada yang sudah pernah mendapat vaksinasi covid. Sebagian lagi, seperti anak-anak di UK dan US, belum pernah divaksinasi. Jadi faktornya juga bukan karena vaksinasi covidnya. Lebih kepada masing-masing orangnya. 

"Kan katanya vaksin covid ada yang pakai adenovirus juga?"

Vaksin covid jenis Sinovac dan Sinopharm, tidak menggunakan vektor adenovirus. Vaksis produk Pfizer dan Moderna, juga tidak menggunakannya. Yang menggunakan vector Adenovirus adalah produk AZ, Sinopharm, JJ atau Cansino. 

"Nah, berarti itu bisa jadi penyebabnya kan?"

Adenovirus pada vaksin produk AZ, adalah Adenovirus Simpanze tipe 26. Saat digunakan sebagai vektor atau kendaraan untuk vaksin covid, sudah direkayasa sehingga DNA-nya adalah kombinasi dengan DNA dari virus covid. Maka ketika disuntikkan, sudah bukan lagi seperti Adenovirus utuh atau murni yang menginfeksi. Apalagi itu adalah adenovirus dari Simpanze. 

Sampai Desember 2021 saja, sebanyak hampir 10 miliar dosis vaksin covid telah disuntikkan. Proporsi produk AZ adalah hampir 25% (2,5 miliar) diantaranya. Kalau ditambah produk lain yang juga menggunakan vector adenovirus (Sputnik dan J&J) total mencapai 30% atau 3 milliar. 

Saat ini, jumlah dosis vaksin yang telah disuntikkan sekitar 11,6 milar. Bila dipegang proporsi 30% nya, berarti untuk vaksin dengan adenovirus sebagai vektor, mencapai sekitar 3,4 milliar. 

Sejauh ini, laporan kasus hepatitis baru itu mencapai 228 kasus di 20 negara dengan status probabel.

"Terus sebaiknya bagaimana ini?"

Kalau dalam bahasa yang mudah, masih untung bahwa sejauh ini dugaan kuat adalah itu adalah Hepatitis akibat virus, dengan gejala tanda yang kurang lebih sama dengan hepatitis akibat virus lainnya khususnya hepatitis A. Jadi kita sudah banyak mengenalnya secara klinis. Sudah banyak mengenal juga cara menanganinya. Cara pencegahannya juga mirip-mirip dengan Hepatitis A. Jadi juga sudah banyak kita kenal, walau selama ini kita cenderung mengabaikannya. 

Soal menemukan virus penyebabnya, semoga segera dapat dipastikan. Yang penting saat ini, adalah kehati-hatian. Tidak perlu panik, tidak perlu paranoid. 

Kita telah belajar banyak selama pandemi covid. Kita baru saja mengetahui adanya hepatitis baru. Pasti nanti juga akhirnya kita jadi tahu banyak. 

Mangga, tetap semangat. 

Aamiinn... 😊🙏

6/5/2022

(dr. Tonang Dwi Ardiyanto)