Bantuan Pemprov DKI Untuk Gereja, Ada Isu Banyak Gereja Dicatut Namanya Tapi Tidak Pernah Terima Duitnya... Ini Tanggapan TGUPP

Tanggapan Tatak Ujiyati (Anggota TGUPP DKI Jakarta/Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan):

Pagi ini membaca kabar miring yang dicuitkan Denny Siregar di twiter. Ia menyebar tulisan FB Agoes Ibrahim, yang mempertanyakan banyak gereja yang namanya dicatut untuk mendapatkan dana BOTI (Bantuan Operasiional Tempat Ibadah) tetapi tak dapat duitnya. 

Jika kita tahu sistem cashless yang diterapkan Pemprov DKI dalam memberikan dana hibah, tentu kecurigaan seperti ini tak akan terjadi. 

Usul saya kepada Mas Agoes Ibrahim, langsung sebut saja gereja-gereja mana saja yang dicurigai telah dicatut namanya itu, lalu konfirmasi ke Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Mental dan Spiritual. Pemprov DKI Jakarta pasti akan membantu. Aparat Dinas akan dengan mudah melacak persoalannya ada di mana. 

Pasalnya Pemprov DKI menggunakan sistem cashless, semua transaksi dilakukan melalui transfer antar bank. 

Dalam sistem hibah BOTI ini dana bantuannya langsung ditransfer oleh Pemprov DKI ke rekening masing-masing gereja, walaupun perjanjian penerimaan hibahnya dilakukan oleh Pemprov DKI dengan organisasi perkumpulan gerejanya.

Dugaan saya, kalau ada gereja yang merasa sudah didaftar tapi belum dapat BOTI kemungkinannya ada dua: 

1. Sudah didaftar oleh organisasi gerejanya tapi datanya belum dimasukkan ke Pemprov DKI, 

2. Sudah didaftarkan oleh organisasi gerejanya, sudah dimasukkan ke dalam proposal penerimaan hibah Pemprov DKI, tapi belum masuk dalam hibah anggaran BOTI tahun berjalan.

Kalau teman-teman ada persoalan serupa, silakan konfirmasi langsung saja ke Pemprov DKI Jakarta dengan membawa nama-nama gereja yang dimaksud. 

Kalau malas datang ke Balaikota, bisa lapor pakai aplikasi JAKI atau pakai 13 kanal pengaduan lain yang sudah disediakan. Tidak pakai lama, akan bisa dicek masalahnya di mana.

(Tatak Ujiyati)