Elon Musk akan Aktifkan Kembali Akun Twitter Donald Trump Yang Diblokir Permanen

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pemilik baru perusahaan Twitter, Elon Musk menyampaikan akan mengaktifkan kembali akun Twitter mantan Presiden AS Donald Trump. Trump diblokir Twitter sejak awal 2021 setelah terjadi kerusuhan di Gedung Kongres (MPR) pasca kekalahan Pilpres.

Musk menyampaikan pada Selasa (10/5/2022), akun Trump akan kembali diaktifkan setelah proses pembelian Twitternya rampung. Musk membeli Twitter seharga Rp 635 triliun pada akhir April.

Menurutnya, keputusan untuk memblokir Trump dari Twitter merupakan sebuah "kesalahan".

"Menurut saya tidak tepat melarang Donald Trump, saya pikir itu sebuah kesalahan," ujarnya, dikutip dari laman CNN, Rabu (11/5/2022).

"Saya akan membatalkan larangan itu. Tapi menurut pendapat saya, dan Jack Dorsey (salah satu pendiri Twitter), saya ingin memperjelas, membagikan pendapat ini bahwa kita seharusnya tidak ada larangan permanen," lanjutnya.

Bos Tesla dan SpaceX ini mengatakan, jika ada hal yang ilegal atau unggahan merugikan di Twitter, bisa diberlakukan pemblokiran sementara atau tweet tersebut bisa disembunyikan.

"Menurut saya kalau ada tweet yang salah dan buruk, seharusnya dihapus atau disembunyikan, dan pemblokiran sementara itu layak tapi bukan larangan permanen," kata dia.

Twitter menolak mengomentari pernyataan Musk ini.

Dorsey, yang juga mantan CEO Twitter menyampaikan setuju tidak ada larangan permanen bagi pengguna Twitter.

"Ada pengecualian, tapi umumnya larangan permanen merupakan kegagalan kami dan tidak mempan," tulisnya di Twitter.

Twitter, seperti perusahaan media sosial lainnya Facebook dan YouTube, menutup akun Trump secara permanen setelah pendukung Trump, pada 6 Januari 2021, menyerbu gedung kongres Amerika Serikat untuk menghentikan proses penetapan Joe Biden sebagai pemenang pemilu presiden AS.

Trump sendiri telah menyatakan dirinya tidak berminat kembali ke Twitter walaupun akunnya diaktifkan kembali. Namun dia akan menggunakan platform media sosial yang dia ciptakan sendiri, Truth Social.(CNN)