Hoax Denny Siregar Soal Penyebab Kematian Ipda Imam Agus Husein

Pada 11 April, akun Twitter pegiat media sosial Denny Siregar (@Dennysiregar7) membagikan sebuah cuitan (tautan, arsip) terkait kematian Ipda Imam Agus Husein, seorang anggota perwira Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra). Denny mengklaim bahwa Ipda Imam, yang turut mengamankan demo mahasiswa pada 11 April di Kendari, Sultra, meninggal dalam tugas pengamanan tersebut.

Denny melanjutkan cuitannya dengan mention terhadap akun Twitter Komnas HAM. “Apakah @KomnasHAM mau mengutuk pelaku demo itu ? Atau untuk polisi tidak ada HAM ?” tulisnya.

Pada cuitan tersebut, Denny juga membagikan foto pernyataan duka cita dari Akademi Kepolisian 2020 Batalyon Adnyana Yuddhaga atas kematian Ipda Imam.

Cuitan ini diduga terkait pernyataan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam yang meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan terhadap dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Ade Armando, pada demo mahasiswa 11 April di Jakarta, seperti dilansir oleh Detik.com.

Periksa Fakta Kematian Ipda Imam Agus Husein

Per 19 April, cuitan Denny Siregar telah di-retweet sebanyak 1,3 ribu kali, di-quote tweet hingga 332 kali, dan disukai sebanyak 6 ribu kali.

Namun, benarkah meninggalnya Ipda Imam Agus Husein disebabkan karena pengamanan demo di Kendari?

Penelusuran Fakta

Sebelumnya perlu diketahui bahwa Denny Siregar sendiri terkenal dengan pernyataan-pernyataannya kerap menimbulkan kontroversi. Terakhir, pada Maret 2022, Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer melaporkan Denny ke kepolisian terkait dugaan tindak pidana provokasi kebencian dan penghasutan di media sosial, seperti dilaporkan CNN Indonesia.

Sementara itu, Tirto menelusuri informasi mengenai meninggalnya Ipda Imam melalui mesin pencari Google. Berdasarkan berita yang ditulis CNN Indonesia pula pada 11 April, anggota perwira Brimob Polda Sultra itu disebut meninggal dunia akibat kecelakaan setelah tubuhnya terbentur ketika berada di atas kendaraan taktis milik Polda Sultra.

Hal ini dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan. Ia menuturkan bahwa Ipda Imam meninggal karena kecelakaan, bukan karena bentrokan demonstrasi.

"Bukan karena demo, tapi karena kecelakaan. Tidak ada hubungannya dengan demo," katanya pada Senin (11/4/2022), seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Ferry menerangkan, saat pengamanan unjuk rasa 11 April di Kendari, Ipda Imam sementara membawa kendaraan taktis, kemudian mengalami benturan di dalam mobil sehingga dirinya tidak sadarkan diri.

"Dia lagi di atas mobil kemudian terbentur di pintunya. Mobil Brimob itu berat," ujarnya.

Informasi ini juga dikonfirmasi oleh Irjen Dedi Prasetyo dari Kadiv Humas Mabes Polri melalui berita Kompas TV pada 12 April.

“Ini merupakan satu keprihatinan kami juga dan kami memberikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya anggota tersebut,” tutur Dedi dalam video yang diunggah oleh Kompas TV.

Ia pun melanjutkan, “Meninggalnya karena ada insiden kecelakaan. Kecelakaan yang menyebabkan yang bersangkutan mengalami benturan dan setelah dievakuasi ke rumah sakit, diberikan pertolongan, dalam proses perawatan, yang bersangkutan meninggal dunia."

Seperti ditulis Kompas TV dalam deskripsi video, saat kejadian Ipda Imam Agus Husen berada di atas mobil rantis Barracuda milik satuan Brimob Polda Sultra. Ia baru saja melaksanakan tugasnya memukul mundur mahasiswa dari Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.

Usai kembali melaksanakan tugas, Ipda Imam Agus kembali ke posko. Kemudian, saat kembali tersebut, pintu samping kendaraan taktis yang dikendarainya menabrak mobil yang tengah terparkir dan membuat Ipda Imam Agus terjepit.

Ipda Imam Agus sempat mengeluh sesak napas dan kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara Kendari. Namun, sampai di rumah sakit, Ipda Imam Agus mengembuskan napas terakhir pada pukul 17.30 menit Waktu Indonesia Tengah (WITA).

Seperti diketahui, pada 11 April lalu dilakukan aksi demo atas nama Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Aksi tersebut dilakukan di berbagai daerah, termasuk di Sultra.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penyebab kematian Ipda Imam Agus Husein bukan karena tugas pengamanan/bentrok dengan pendemo, namun karena kecelakaan yang terjadi pasca tugas ketika almarhum berada di mobil rantis Barracuda milik satuan Brimob Polda Sultra. Informasi yang dibagikan Denny Siregar dan akun lainnya yang menuduh kematian Ipda Imam akibat aksi anarkis dari pendemo bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

*Sumber: Tirto