NEGARA ISLAM dan KEAJAIBAN ROCKY GERUNG

NEGARA ISLAM dan KEAJAIBAN ROCKY GERUNG

Oleh: Dr. Moeflich Hasbullah (Pakar Sejarah Islam, Dosen UIN Bandung)

Tak terbayang bentuknya bagaimana negara Islam itu. Dalam sejarah Indonesia, kita hanya mengenal kesultanan-kesultanan alias kerajaan Islam. Negara Islam Indonesia (NII) S.M. Kartosoewirjo gagal terwujud, bahkan Pancasila bersyari'at pun, alias Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dengan klausul "kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya," gagal diwujudkan. 

Jangankan itu, partai-partai politik Islam meraih suara besar saja (kecuali dalam pemilu pertama 1955), adalah sebuah mimpi mewah dan terlalu mulia, di sebuah negara mayoritas Muslim bahkan negeri Islam terbesar di dunia. Jangan bilang "ironis" atau "aneh ya" karena ini memang akhir zaman.

Pasca kegagalan demi kegagalan, dikonstruk oleh Orde Lama dan Orde Baru, gagasan negara Islam yang belum pernah terwujud itu, berubah menjadi momok yang sangat menakutkan, hantu yang mengerikan, sampai sekarang. Jangankan non Muslim, orang-orang Islam pun pada takut bukan kepalang. Orang-orang Islam takut oleh Islam, oleh gagasan-gagasan keislaman, takut oleh bayangan agamanya sendiri. 

Islam itu agama rahmatan lil alamin, tapi gagasan politiknya ditakuti luar biasa dengan serangkaian tuduhan yang sangat kronis dan laris: "Politik Islam itu kejam," "membahayakan persatuan bangsa," "merusak perdamaian," "mengancam keragaman, pluralitas dan kebhinekaan." "Orang² Islam membajak agamanya untuk nafsu politik dan kekuasaan" (maknanya, biarlah nafsu politik dan kekuasan itu, kami saja yang benar). "Agama itu sakral jangan dibawa-bawa ke politik." "Akan membuat Indonesia seperti Suriah" dan keburukan serta kejahatan lainnya. Padahal, sekali lagi, belum pernah terwujud negara Islam. Rahmatan lil alamin cukup dalam ceramah² dan slogan saja.

Bangsa Indonesia berhasil dibikin takut luar biasa dan umat Islamnya sendiri ikut²an takut oleh hantu bayangannya sendiri. Konstruksi pikiran ini sangat dahsyat, berhasil sukses luar biasa. Kehebatan konstruk ini, bukan hanya non Muslim yang anti tapi umat Islam pun membenci. Politik Islam, Syariat Islam dan Negara Islam, serta yang terbaru khilafah Islamiyah, adalah neraka bersama!!

Politik Islam jadi tertuduh dengan stigma buruk tanpa ampun: penyok, bonyok, rusak, setan yang harus dijauhi, ancaman mengerikan, padahal sekali lagi, belum pernah terwujud, baru gagasan, baru cita-cita, sebagaimana "Masyarakat Pancasila yang Adil dan Makmur," yang juga masih saja sebagai cita-cita, belum pernah terwujud. Oleh oligarki, cita-cita itu kini makin jauh. Radikal adalah makhluk baru yang membuat politik Islam yang sudah jatuh tersungkur, terus dipukuli dan ditendang tanpa ampun.

Dalam setting dahsyatnya konstruksi inilah, pikiran dan sikap Rocky Gerung dalam video ini menjadi sebuah keajaiban. Aneh bin ajaib seorang filosof kritis dan bukan Muslim menginginkan negara Islam, yang katanya, itu setelah dia mempelajari hukum Islam. Dalam hal politik Islam atau memilih sistem politik, haruskah kita katakan dia lebih Islam daripada mayoritas umat Islam Indonesia? Saya tidak akan menjawab pertanyaan itu. 

Yang saya ingin katakan adalah mengajukan pertanyaan yang lain: Sebersih itukah hati dan pikirannya dan semendalam itukah Rocky Gerung menghayati Islam? Dimana "keimanan politiknya" mengalahkan mayoritas umat Islam Indonesia? Bagi saya, itu keajaiban yang menambah tujuh keajaiban dunia yang sudah ada.

[Video Rocky Gerung - Negara Islam]