Begitu mudahnya membunuh Anak Bangsa sendiri...

Begitu mudahnya membunuh Anak Bangsa sendiri...

Cukup dilekatkan atau dituduh sebagai teroris. Maka kalaupun ditembak mati ngga akan yang berani untuk membela lagi.

Coba Densus 88 diterjunkan ke Papua yang sudah nyata ada terorisnya. Sudah bolak-balik para teroris disana membunuh rakyat sipil, bahkan Anggota TNI dan Polri kita.

Baru beberapa hari yang lalu menggorok hidup-hidup 8 orang pekerja Tower BTS. Kurang sadis dan menakutkan bagaimana lagi ulah dan teror para teroris di Papua?

Sebaliknya kasus-kasus seperti yang menimpa Ustadz Siyono, dan sekarang dokter Sunardi membuat kita jadi bertanya-tanya.

Ada apa dengan Densus 88?

Sebagai Pasukan Terlatih, seharusnya bisa menangkap para terduga teroris model Ustadz Siyono dan dokter Sunardi tanpa mengakibatkan kematian para korban.

Karena model para terduga teroris seperti beliau berdua saya yakin tidak bersenjata. Orang-orang baik yang dihormati di lingkungan masing-masing.

Kalaupun Densus 88 memiliki bukti untuk mencurigai dan menangkap, ya silahkan langsung ditangkap tanpa mengakibatkan kematian.

Kecuali para terorisnya seperti OPM di Papua. Memiliki Senjata dan siap perang. Ya silahkan ditembak dan dimatikan duluan.

Tapi kalau para terduga terorisnya tidak bersenjata. Kemudian ditembak mati. Atau dipukuli sampai mati. Tidak ada proses Pengadilan. Lantas dimana letak keadilannya?

Kasus-kasus seperti ini seharusnya diusut oleh Komnas HAM. Anggota Densus 88 yang terlibat pembunuhan begini seharusnya diseret ke Pengadilan juga dengan tuduhan Pembunuhan.

Ngga bisa dong Densus 88 main dar-der-dor rakyat tidak bersenjata hanya karena korban baru diduga sebagai Teroris.

(Azwar Siregar)