Banyak penduduk, susah maju?

Banyak penduduk, susah maju?

Salah-satu argumen yang sudah sangat basi itu adalah: jika negara itu banyak penduduknya, maka susah diatur, susah maju. Indonesia, 270 juta, susah ngaturnya, negaranya luas, bandingin Singapura, Malaysia, dll, makanya negara Indonesia tetap begini-begini saja. 

Apakah betul demikian?

Tidak. 

Lihat gambar di postingan ini. Data valid GDP per kapita, alias pendapatan penduduk per tahun China dan Indonesia. Tahun 1975 s/d tahun 1997, adalah fakta GDP per kapita China di bawah Indonesia. Tapi sekarang? GDP kita hanya sepertiga dibanding China. Mereka terus melesat kencang. Meroket. 

Kok bisa China semaju itu?

Simpel. Mereka memang kongkrit memperbaiki banyak hal. Pendidikan misalnya, hari ini, skor PISA murid-murid China, wow ngeri. Tahu skor PISA? Kalau kamu tdk tahu, silahkan googling. 

Jadi jangan cuma lihat sisi ekonomi, saat mereka sukses transisi dari pertanian menuju industri tingkat tinggi. Itu sih memang terlihat jelas. Juga kebijakan pasar yg lebih terbuka, itu juga terlihat jelas. Juga jangan lihat semata2 pembangunan infrastuktur yang fantastis. Tapi lihatlah pula kualitas pendidikan China lompat signifikan. Juga kualitas kesehatan, kualitas kehidupan. Rakyat miskin berkurang drastis, dll. 

20-30 tahun dari sekarang, negara mana yang akan merajai planet Bumi? Gampang lihatnya, China. Lihatlah gambar skor PISA terbaru, China unggul semuanya. Itu memang data di kota2 tertentu saja, tapi itu pesan yang jelas sekali, mereka telah siap memenangkan era saat pendidikan sangat penting.

Indonesia? Bagaimana skor PISA-nya? Jauuh nun di bawah sana. Soal membaca/reading saja parah. 

Kita masih sibuk dengan KKN. Antri minyak goreng. Sibuk rebutan posisi jabatan, pemilu, dll, dsbgnya. Sementara utang terus meroket. 

Kalau negeri ini hanya dipimpin orang2 dari partai yg itu2 saja, catat baik2, 20-30 tahun ke depan, kita bahkan boleh jadi tertinggal di banding Ukraina, negara yg sekarang sibuk kita komentari. Negara yg memang paling miskin di Eropa (dengan GDP per capita mirip Indonesia). Tapi boleh jadi 20-30 tahun lagi, selepas dari perang hari ini, mereka jauh meroket.

(By Tere Liye)