Mengungkap KOOPSSUS TNI.... Besutan Jenderal Moeldoko yang Diaktivasi Kembali oleh Marsekal Hadi Tjahjanto

KOOPSSUS TNI.... Besutan Jenderal Moeldoko yang Diaktivasi Kembali oleh Marsekal Hadi Tjahjanto

===> Negara Ini Dalam "Kontrol Penuh" Pemerintahan Jokowi

Semoga Allah SWT mengampuni saya atas keplin-planan saya .... bolak-balik undap-undup dalam bermedsos, pamitan mulu tapi gak jadi-jadi   😷🤐  Tapi saya merasa perlu utk nulis ini, agar Netizen mendapatkan perspektif lain guna re-focusing pengkritisan atas Pemerintahan Jokowi.

Terkait viral pemberitaan Ranpur (Kendaraan Tempur) bertuliskan KOOPSUS yang melintasi wilayah Petamburan baru-baru ini, berikut adalah tambahan informasi detilnya:

(1) Pada awalnya, Pasukan ini dibentuk ketika Panglima TNI dijabat oleh Jenderal Moeldoko pada 9 Juni 2015 dengan nama Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) yang mengintegrasikan operasionalisasi Kopassus (TNI AD), Denjaka (TNI AL) dan Denbravo (TNI AU).

Menurut Jend Moeldoko, Koopsusgab dibentuk untuk tujuan menjaga kedaulatan negara dan melindungi rakyat dari ancaman terorisme.  

Ini banyak dipertanyakan oleh berbagai pihak, mengingat soal terorisme sudah ada BNPT, DenSus 88 Anti Teror - POLRI dan DenSus 81 (Satgultor-81) –TNI AD.



(2) Setelah Jenderal Moeldoko pensiun dan Jenderal Gatot Nurmantyo naik menjadi Panglima TNI, berbagai informasi menyebutkan bahwa Koopsusgab mengalami BEKU OPERASI.

Apa [antara lain] gara-gara hal ini yaa... Jenderal Moel dan Jenderal GN dikabarkan "kurang harmonis"? Wallahua'lam.

HINGGA ..... kemudian di Tahun 2018, di era Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dimunculkan wacana perubahan Nama Koopsusgab Jadi Koopssus. Aktivasi ini dijelaskan oleh karena latar belakang adanya Teror Bom di Surabaya.

Kamis, 07/06/2018 
TNI Berencana Ubah Nama Koopsusgab Jadi Koopssus

(3) Pada Tanggal 8 Juli 2019, Presiden Jokowi secara resmi memaklumkan berdirinya Komando Operasi Khusus (KOOPSSUS).

Koopssus TNI dipimpin oleh Dankoopssus TNI yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI, dan tentu saja memiliki jalur komando langsung dengan Panglima Tertinggi TNI yaitu Presiden Republik Indonesia yang saat ini dijabat oleh Joko Widodo. 




(4) HARAP PERHATIKAN:

4.a. Pertimbangan pembentukan Koopssus TNI ini berdasarkan PERPRES NO. 42 TAHUN 2019:

"Dalam rangka menghadapi ancaman yang memiliki eskalasi tinggi dan dapat membahayakan ideologi Negara, kedaulatan Negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik lndonesia, dan melindungi segenap bangsa Indonesia."

4.b. Tugas Koopssus TNI berdasarkan PERPRES NO. 42 TAHUN 2019:  

"Bertugas menyelenggarakan operasi khusus dan kegiatan untuk mendukung pelaksanaan operasi khusus yang membutuhkan kecepatan dan keberhasilan tinggi guna menyelamatkan kepentingan nasional di dalam maupun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

(5) MOHON perkenan bisa dicamkan poin 3 dan poin 4 di atas, MAKA clean n clear BAHWA Pasukan Koopssus bisa digunakan secara subyektif oleh Panglima TNI (dan TENTUNYA termasuk atas instruksi Panglima Tertinggi/Presiden) untuk menyelenggarakan OPERASI KHUSUS dengan mengatas-namakan "dalam rangka menghadapi ancaman yang memiliki eskalasi tinggi dan dapat membahayakan ideologi Negara".

(6) Termasuk dengan kejadian di Petamburan, sangat patut untuk diduga memang adalah Kegiatan "Show of Force" untuk memberikan sinyal bahwa Koopsus tidak akan segan-segan untuk memberikan tindakan TERHADAP kegiatan-kegiatan yang oleh Pemerintah dimaknai sebagai ancaman yang memiliki eskalasi tinggi dan dapat membahayakan ideologi Negara. 

*NOTE: Harus diakui memang Perpres 42/2019 memberikan peluang tafsir subyektif kepada TNI &/ Pemerintah atas apa-apa yang dikategorikan SEBAGAI ancaman yang memiliki eskalasi tinggi dan dapat membahayakan ideologi Negara, kedaulatan Negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik lndonesia, dan melindungi segenap bangsa Indonesia.

(7) Based On penelusuran jejak digital pada media, Peristiwa Show of Force Kendaraan Tempur di Petamburan ADALAH Misi Langsung dari Mabes TNI, dan bisa dikatakan Operasi Rahasia karena pada awalnya Panglima Kodam Jaya (selaku "pemilik wilayah") saja tidak tahu.

*Yang dimaksud rahasia di sini adalah Rantai Komando nya, bukan keberadaan fisik pasukannya.

BUKTI: pada awalnya Pangdam menyatakan -----> melihat dari foto yang beredar, pangkat pada seragam para personel tersebut bukan dari kesatuan TNI AD. 

”Kalau lihat dari pangkatnya dari Angkatan Laut,” ujar Pangdam Jaya Dudung saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (19/11/2020).



BARU... selang jeda beberapa jam kemudian, Pangdam Dudung menginformasikan bahwa gelar pasukan itu adalah Kegiatan Rutin dari Garnizun I wilayah DKI yang melibatkan matra darat, laut dan udara. 

*NOTE: tidak ada penyebutan Koopssus oleh Pangdam memang, tetapi Komandan Koopssus (Dankoopssus) Mayjen TNI Richard Tampubolon mengonfirmasi kebenaran video viral yg beredar.

Simak video ini:  


*Tapi kontradiktif juga yaa... Operasi Rahasia TAPI Ngajakin Terduga Pewarta hahahaha. Ya karena sifatnya yang show of force belaka, bukan betul-betul Operasi Militer yang sesungguhnya.

**Kalau alibi patroli biasa, masak pakai acara "rehat sebentar" di sekitaran Petamburan ???  😲😲😱😱😱

(8]) Another Topic: Tentang  Pangdam Jaya Dudung Abdurachman yang Tampil Pro Aktif pada Arus Besar pemberitaan HRS, Saya sebagaimana pendapat sebelumnya, memahaminya  adalah sebagai bagian dari SKENARIO YANG MEMANG SENGAJA HARUS DIPERANKAN.

Dan itu similar dengan langkah KAPOLDA METRO JAYA yang baru:

Kapolda Metro Baru Dukung Pangdam Jaya Copot Baliho Rizieq

DAN SEMENTARA.... di sisi lain HRS memang betul-betul SANGAT CERDAS dalam menyikapi perkembangan yang terjadi dengan sementara tidak akan menghadiri segala kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa, karena akan mudah dijadikan isu sentral untuk dicari celah pemberitannya.

Rizieq Shihab Umumkan Tunda Hadiri Kegiatan Massa

(9) TERHADAP meme yang banyak beredar tentang "Pejabat TNI dari Kalangan Menantu Pensiunan Jenderal", ada yang perlu diluruskan yaitu:  Pangdam Jaya BUKAN MENANTU Pak Moeldoko, dan Menantu Pak LBP sudah tidak lagi jadi DanPaspampres melainkan sudah naik jabatan jadi Pangdam Udayana.

***

Kembali ke Topik Utama:

Makin jelas dan clear yaa .... BAHWA disamping  Badan Intelijen Negara (BIN) diubah rantai koordinasinya, MENJADI LANGSUNG DI BAWAH PAK JOKOWI .....

JUGA, Pak Jokowi "memiliki" kewenangan komando penuh atas sebuah pasukan di luar kekuatan organik yang ada (yaitu Pasukan KOOPSSUS TNI) yang setiap detik setiap menit siap ON CALL untuk dimobilisasi dengan kekuatan penuh.

---->>>> Informasi Tambahan: Anggota Pasukan Koopssus berasal dari 3 Satuan Khusus 3 Matra TNI yaitu Sat-81 Kopassus TNI AD, Denjaka Marinir TNI AL, dan DenBravo Kopaskhas TNI AU. 

KEBAYANG KHAN, KEKUATANNYA ??!

Negara Ini Dalam "Kontrol Penuh" Pemerintahan Jokowi ..... MESKI yang selalu menjadi pertanyaan publik, Pak Jokowi itu APAKAH sepenuhnya mandiri independen dalam mengendalikan Pemerintahan ataukah cuman dijadikan b**** oleh Kelompok Kepentingan di Belakangnya ???

====>>> saran terkait topik ini, apapun yang terjadi pada insan/individu -nya JANGAN PERNAH TINGGALKAN TNI ! APALAGI SAMPAI MAU DIBENTURKAN DENGAN TNI SELAKU INSTITUSI,JANGAN PERNAH MAU ! 

Sejarah sudah membuktikan bahwa TNI didukung Ulama dan Rakyat adalah tulang punggung yang menyelamatkan Indonesia di saat kritis. 

Kritiklah oknum-oknum tentara nya TETAPI jangan busukkan lembaganya!

PENUTUP 

Adalah hak dari sahabat-sahabat untuk ikut nimbrung pada "Arus-Arus Besar Pemberitaan Publik yang memang dikelola dengan sedemikian rupa"...

AKAN TETAPI sekiranya tetap jangan lupa dengan topik-topik penting dan mendasar yang berfokus kepada Jokowi dan Pemerintahan yang dipimpinnya seperti: Lingkungan yang makin rusak atas nama Investasi, Omnibus Law APA KABAR? Hutang Pemerintah yang kian membengkak, Penanganan COVID-19 dan lain-lain....

Semoga Allah SWT menolong Bangsa dan Rakyat Indonesia, agar terhindar dari keterpurukan yang makin parah. Amin.

(By Tara Palasara)

*Sumber: fb penulis