Transisi Arah Baru Indonesia


Transisi Arah Baru Indonesia

Bismillahi Majreha wamursaha..

۞ وَقَالَ ٱرۡڪَبُواْ فِيہَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ٮٰهَا وَمُرۡسَٮٰهَآ‌ۚ إِنَّ رَبِّى لَغَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ۬ 

Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. Hud 11:41)

#Route_66 adalah sebuah jalan paling bersejarah bersejarah dengan julukan "Mother Road", Jalan sepanjang 3. 940 Km, tol darat pertama terpanjang di USA bahkan di dunia yang dibangun tahun 1926. Terbentang dari Illinois (Chicago) sampai ke Santa Monica Los Angeles.

Sangat banyak cerita tentang Route 66 ini, sampai Nat King Cole membuat lagu yang juga menjadi Legenda dengan judul Route 66.

Terlepas tentang Route 66, Indonesia juga punya cerita legenda Jalan Anyer-Panarukan, jalan yang sangat epic dalam sejarah karena dibangun hanya 1 tahun pada th 1808, sepanjang 1000Km menghubungkan Ujung Timur dan Barat pulau Jawa oleh Gubernur Daendels yang bertangan besi.

2 route jalan darat diatas tentunya penuh kontroversi di awal pembangunannya. Mirip juga dengan pembangunan peta jalan laut terusan Suèz dan terusan Panama. Yang ketika awal ide dicetuskan, cemoohon lebih banyak daripada dukungan.

Ide dan Narasi sebuah peta jalan memang cukup menarik dikaji dalam berbagai literatur sejarah. Namun selalu menyisakan gagasan dan dampak yang cukup panjang melampaui kurun waktu sejarah. Karena ini berkaitan dengan sebuah Visi, bagaimana melihat sesuatu tidak hanya Ujung tujuan tapi juga peta jalan yang terukur untuk sampai kesana.

Tahun 1200an kita mengenal Narasi Nusantara dari seorang pemuda Gajah Mada dan Hayam Wuruk, saat itu masih sangat jauh dari jangkauan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bangsa kita terbukti mampu mengukir prestasi. Merangkai kesatuan dari Campa hingga Filipina Selatan, sebuah garis kekuasaan yang sulit dibayangkan bisa diraih pada masa itu, saat yang bersamaan dibelahan dunia lain masih tertatih dalam dinamika peradaban. Eropa abad ke 12 masih ada dalam jaman kegelapan, bahkan Turki Utsmaniyah saja baru dirintis. Apalagi Amerika belum ditemukan. Tapi bangsa kita mengukir catatan emas dalam hal Narasi dan Visi.

Kita bisa tengok awal abad 19, ketika terjadi politik etis, efek tulisan dari Max Havelar (Multatuli), Kerajaan Belanda terpaksa membuat kebijakan politik balas budi. Yang salah satu hasilnya adalah lahirnya pemuda-pemuda terdidik walau dalam jumlah sangat sedikit tapi sudah bermimpi punya Visi sebuah bangsa dan negara bsrdaulat.

Bisa dibayangkan pada jaman itu, kemiskinan, buta huruf, dan kita dalam berada moncong senjata penjajah, tapi sekelompok pemuda Stovia punya gagasan dan Narasi yang pada saat itu jelas sebuah hal jauh dari bayangan dan mimpi masyarakat pada umumnya. Jangan kan mikirin sebuah bangsa merdeka. Untuk bisa makan dan tidur aman saja saat itu tidak mudah.

Tapi Narasi dan visi ini 20 tahun kemudian melahirkan bangsa Indonesia yang sesungguhnya dengan adanya Sumpah Pemuda, kurang lebih 100 orang pemuda saja yang hadir di kongres pemuda ke-2 ini. Dimana inilah titik kelahiran Bangsa Indonesia.

Jadi sangat wajar jika sekarang kita belajar optimis menatap masa depan bangsa ini. Karena dalam darah kita mengalir darah para pemimpin yang punya Narasi besar melewati jamannya.

Sebuah Visi dan Narasi adalah ciri Kepemimpinan, ia hadir mengisi ruang optimis dan semangat sekitarnya. Jika saat ini kita melihat bangsa dan negara ini sedang bergejolak. Maka tengoklah apa yang akan terjadi kemudian. Visi dan mimpi apa yang kita pegang saat ini, seberapa yakin kita kan visi dan Narasi kita.

Akan selalu hadir dalam setiap masa, sekelompok kecil orang yang dianugerahi Kapasitas Leadership, kelompok kecil kreatif ini sering juga disebut minority creative. Mereka adalah para pengusung ide dan gagasan sekaligus para penanggung beban, karena gagasan besar dalam sejarah selalu diusung pertama kali oleh sekelompok kecil pada masanya.

Siapapun kita, dimanapun kita, yakinlah kita punya Narasi yang kuat, ditunjang kajian Ilmiah yang komprehensif, pembacaan pesan sejarah yang matang, dan tentu saja keyakinan yang sudah terpatri dalam kitab suci. Bahwa Insya Allah Indonesia menjadi Kekuatan ke-5 Dunia.

Bismillah kita punya #ArahBaruIndonesia untuk bangsa dan negara ini, arah ini bukan milik kami. Tapi milik kita, para penerus cita-cita dan pewaris Gajah Mada, Bung Karno, Bung Hatta dll...

Mari angkat sauh, kembangkan layar... Kita berikan kontribusi terbaik di garis sejarah dan masa depan Indonesia, melukiskan panorama akhirat dalam kanvas dunia...

Indonesia adalah sepenggal Firdaus di Khatulistiwa.. #TersenyumlahIndonesia

بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ٮٰهَا وَمُرۡسَٮٰهَآ‌ۚ إِنَّ رَبِّى لَغَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ۬

Dane County,
6 Ramadhan 1440 H

(by Gunawan Abu Nazhifah)