Mustofa Nahra: Saracen Jadi Perhatian Khusus Presiden Jokowi, Mestinya Abu Janda (Permadi Arya) Segera Diringkus


[PORTAL-ISLAM.ID] Aktivis Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya meminta pihak aparat untuk bertindak tegas terhadap gerombolan sindikat Saracen. Hal ini setelah pihak Facebook mengumumkan data temuan akun-akun sindikat Saracen termasuk Permadi Arya (Abu Janda).

"Kasus Saracen jadi perhatian khusus Presiden Jokowi. Beliau minta seluruh pelaku Saracen ditindak tegas. Mestinya @permadiaktivis segera diringkus," ujar Mustofa Narhra yang disampaikan melalui akun twitternya, Sabtu (9/2/2019). Tak lupa Mustofa menyampaikan #TerimakasihFacebook.

Seperti ramai diberitakan, dalam keterangan resmi yang dikeluarkan pada 31 Januari 2019, Kepala Kebijakan Keamanan Siber Facebook Nathaniel Gleicher menjelaskan pihaknya telah mencatat perilaku tidak asli yang terkoordinasi dalam akun Facebook di Indonesia yang tergabung dalam sindikat Saracen.

Akibat hal tersebut, Facebook melakukan banyak penghapusan akun dan grup.

"Hari ini kami menghapus 207 halaman Facebook, 800 akun Facebook, 546 grup Facebook, dan 208 akun Instagram, karena terlibat dalam perilaku tidak otentik yang terkoordinasi di Facebook di Indonesia. Selain itu, menyesatkan orang lain tentang siapa mereka dan apa yang mereka lakukan. Semua halaman, akun, dan grup ini ditautkan ke Grup Saracen, sindikat online di Indonesia," papar Facebook dalam halaman resminya pada 31 Januari lalu.

Facebook mengungkapkan penyalahgunaan terkoordinasi Grup Saracen dari platform menggunakan akun tidak otentik adalah pelanggaran terhadap kebijakan perusahaan. Sehingga, pihaknya telah melarang seluruh organisasi dari platform.

Facebook pun merinci apa saja yang mereka temukan dan hapus.

Salah satu Halaman (fanpage) yang dihapus Facebook karena sebagai bagian dari jaringan Saracen adalah Permadi Arya.

[January 31, 2019] Taking Down Coordinated Inauthentic Behavior in Indonesia
https://newsroom.fb.com/news/2019/01/taking-down-coordinated-inauthentic-behavior-in-indonesia/

Tentu Facebook sebagai perusahaan besar tidak main-main dengan Data yang disampaikan secara resmi.

Untuk itu sudah semestinya pihak aparat menindaklanjuti. Apalagi soal sindikat Saracen menjadi perhatian besar Presiden Jokowi.

Jokowi: Saracen Mengerikan, Saya Perintahkan Kapolri Usut Tuntas
https://nasional.kompas.com/read/2017/08/27/18501421/jokowi-saracen-mengerikan-saya-perintahkan-kapolri-usut-tuntas