PEDAS! Kritik Pernyataan Ma'aruf Amin, Cucu Pendiri NU: Kalau NU Digunakan Politik, Itu yang Keterlaluan


[PORTAL-ISLAM.ID]  Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hasyim Asy'ari, Irfan Yusuf Hasyim menyoroti pernyataan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin saat menghadiri acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Relawan Bravo-5 Jawa Timur di Surabaya, belum lama ini.

Dalam acara itu, Ma'ruf Amin mengatakan jika ada warga NU yang tidak memilihnya bersama Presiden Joko (Widodo) maka itu keterlaluan.

"Keterlaluan bagaimana? Menurut saya, kalau NU digunakan politik, itu yang keterlaluan," kata Gus Irfan dikutip SINDOnews, Jumat 25 Januari 2019.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Farros di Jombang itu pun menyinggung Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) tahun 2004 silam. Saat itu, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan mantan Ketua Umum PBNU Almarhum Hasyim Muzadi menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden.

"Omong omong waktu Almarhum Pak Hasyim Muzadi jadi cawapres, beliau (Ma'ruf Amin-red) kok tidak mendukung?" kata Gus Irfan yang juga sebagai Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu.

Sebelumnya, KH Ma'ruf Amin menyebut wajib hukumnya menang di Jawa Timur karena Jatim  merupakan basis dua partai besar pengusung Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, yaitu PDI Perjuangan dan PKB.

"Di sini (Jatim) juga markasnya ormas Islam terbesar, NU (Nahdlatul Ulama). Kalau ada warga NU yang tidak pilih 01, keterlaluan," tegas Kiai Ma'ruf saat hadir di acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Relawan Bravo-5 Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Kamis 24 Januari 2019.