Cerita Dibalik "MISSION IMPOSSIBLE" Hadirkan UAS di HIJRAH FEST 2018


[PORTAL-ISLAM.ID] Para artis dan selebriti yang sudah 'hijrah', menggelar acara perdana HIJRAH FEST 2018 di JCC Senayan, Jakarta.

Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari Jumat (9/11/2018) hingga Minggu (11/11/2018) ini sukses dan membuat decak kagum kebanggaan Umat Islam di tanah air.

(Baca selengkpanya: Masya Allah “Kebangkitan Islam Sudah Tidak Dapat Dibendung”)

Ustadz Abdul Somad (UAS) adalah satu di antara ustadz kondang yang menjadi pengisi acara Hijrah Fest 2018.

Bahkan boleh dikata, UAS adalah 'maskot' acara Hijraf Fest.

Dalam acara tersebut, UAS dijadwalkan menjadi pembicara pada hari terakhir dari pukul 08.00 - 08.30 WIB.

Meski pada akhirnya dapat menghadiri Hijrah Fest, terdapat cerita menarik dibalik kehadiran UAS. Bisa dikatakan ini "mission impossible".

Sebenarnya UAS tidak bisa menghadiri acara Hijraf Fest karena jadwalnya mengisi di Aceh.

Sejumlah agenda yang telah dilaksanakan di Aceh antara lain Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Kamis (8/11/2018).

Ustaz kondang ini juga menghadiri acara Tabligh Akbar yang diselenggarakan Ikatan Alumni Timur Tengah Aceh di Takengon, Jumat (9/11/2018).

Selain itu, UAS masih harus melanjutkan sejumlah agenda lainnya di provinsi yang berada di ujung Pulau Sumatera tersebut.

Di sisi lain, nama UAS telah dimasukkan oleh panitia Hijrah Fest untuk menjadi pengisi acara pada Minggu (11/11/2018) pukul 08.00 WIB di JCC, Senayan, Jakarta.

Penggagas Hijrah Fest, artis Arie Untung menghubungi UAS untuk menanyakan perihal kesediaan UAS menjadi pembicara dalam acara Hijrah Fest.

Arie Untung: "Ustadz bisa ngisi acara Hijrah Fest?"

UAS: "Tidak bisa, saya di Aceh!"

Mendengar jawaban UAS, rupanya Arie Untung dan panitia Hijrah Fest tidak kehabisan akal.

Mereka kemudian menghubungi masyarakat Aceh untuk memohon agar UAS diizinkan menghadiri acara Hijrah Fest di Jakarta.

Permohonan Arie Untung dikabulkan oleh masyarakat Aceh. Akan tetapi kendala tidak berhenti sampai di situ.

Hambatan yang selanjutnya muncul adalah masalah transportasi untuk mengejar jadwal UAS dalam acara Hijrah Fest.

"Dari Sawang (Aceh Utara) ke Bandara Kualanamu Medan, darat 6 jam. Dari Medan ke Jakarta. Dari Bandara Soekarno Hatta ke JCC dengan helikopter. Alhamdulillah acara berjalan lancar," ujar UAS dalam unggahan akun Instagramnya @ustadzabdulsomad, Ahad (11/11/2018).

Dari foto-foto yang diunggah, perjalanan UAS dari Bandara Soekarno-Hatta ke JCC dengan helikopter ditemani oleh artis Dimas Seto, suami dari Dini Aminarti.

UAS terlihat duduk di sebelah pilot helikopter. Sedangkan Dimas Seto bersama dua orang lainnya duduk di bagian belakang UAS.

Setelah menempuh perjalanan panjang dengan sejumlah hambatan tersebut, UAS akhirnya bisa menghadiri acara Hijrah Fest di JCC Senayan, Jakarta.


Ustadz Abdul Somad menuturkan kekagumannya pada para artis penyelenggara Hijrah Fest:

Kelihatannya ana yang ngajar, karena ana ceramah.
Tapi hakikatnya, ana yang sedang belajar:

1. Belajar ilmu ngotot. Tidak ada kata "tidak" dalam kamus mereka. Tidak ada transmisi mundur, maju terus. Masalah tempat, no problem. Masalah transportasi: Aceh ke Medan. Medan ke Jakarta. Airport ke JCC. Semua tuntas. Selesai.

2. Meraka muda, ganteng, terkenal, banyak fans, good job, etc. Mau milah milah di zaman tak ada pilihan. Jihad man. Luar biasa. Allah memilih mereka. Meremukkan nafsu dunia. Melebur dalam cinta pada Allah.

3. Mereka dapat apa? Materi? Jauh. Jangan-jangan ngutang.
Popularitas? Mereka udah lama terkenal.
Teman? Followers mereka jutaan.
Sulit difahami isi hati mereka, sesulit kita yang bingung saat melihat penikmat lukisan abstrak tertegun satu setengah jam di depan kanvas.

4. Aku hanya bicara di depan orang-orang yang sudah baik. Sudah ngaji. Mereka? Berhadapan dengan berbagai macam orang dengan berbagai model type dan level dosa. Dari dosa economi class sampai vip. Mereka ajak pelan-pelan, dengan kata-kata lembut, santun, doa di tengah malam. Setelah itu mereka ajak ngaji, tidak langsung ke masjid, karena sebagian takut ngeliat masjid, trauma, beberapa teman ke masjid, gak lama setelah itu mati. Tapi mereka ajak ngaji ke cafe, rumah teman, gedung, etc. Setelah mereka ngumpul, barulah ustadz datang.

5. Mereka bersatu bukan karena materi. Tidak ada urusan dengan kekuasaan. Bukan pula hoby. Tapi karena hati. Hati mereka telah melebur dalam cinta karena Allah.

6. Dalam salam yang hangat. Mereka lepas dengan mata berbinar. Air mata bak ombak menitip di tepi sampan. Hampir menetes.

7. Wahai Engkau yang membolak balikkan hati. Kokoh kan hati mereka dalam cinta-Mu. Lapangkan rezeki mereka untuk menolong hamba-hamba-Mu. Jadikan anak-anak mereka mujahid-Mu.

Tulisan bangsawan,  bagsa yang hidup di celah awan, dari Soekarno-Hatta ke Kualanamu.
Ahad, 3 Rabiulawal 1440h / 11 November 2018r.
Datuk Seri Ulama Setia Negara
Kayi Mangku Jagadilaga
Abdul Somad Lc. MA.

***

Masya Allah Tabarakah. Total perjalanan beliau darat dan udara 15 jam, tapi yang lebih mengejutkan beliau tidak mau menerima hadiah dalam bentuk apapun dari penyelenggara Hijrah Fest.