PETJAAAHHH... Begini Ramainya Jalan Sehat 'Ganti Presiden' di Solo


[PORTAL-ISLAM.ID] Aksi #2019GantiPresiden tetap berlangsung di Solo, Jawa Tengah. Namun karena dilarang polisi, aksi ini berubah menjadi 'Jalan Sehat Umat Islam'. Di luar perkiraan, massa justru berbondong-bondong datang memadati jalanan.

Puluhan ribu masyarakat Solo dan sekitarnya berkumpul di Bundaran Gladag, Solo, Jawa Tengah, Minggu (9/9/2018) pagi, dalam kegiatan Jalan Sehat Umat Islam dan Masyarakat Solo.

"Intinya deklarasi, tetapi karena pihak keamanan berkeberatan, ya akhirnya kemasan acara diubah ke jalan sehat," ucap juru bicara presidium #2019GantiPresiden Mustofa Nahrawardaya kepada kumparan, Minggu (9/9).

Mustofa Nahrawardaya membagikan sejumlah foto kegiatan jalan sehat di Solo.

Dalam keterangan unggahan Twitternya, Mustofa menuliskan bahwa Solo pecah dan menambahkan tagar #2019GantiPresiden dalam unggahannya tersebut.

"Solo Pecah hari ini.... #2019GantiPresiden," tulis Mustofa Nahrawardaya (@AkunTofa), Minggu (9/9/2018).


Salah satu orator yang berbicara dalam kegiatan tersebut adalah tokoh masyarakat Solo, Mudrick Sangidu.

Mudrick mengajak peserta jalan sehat untuk mendukung Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden 2019.

"Hidup Prabowo. Mudah-mudahan beliau (Prabowo) menjadi Presiden RI," ucap Mudrick, seperti dikutip Kompas.com, Minggu (9/9/2018).

Selain Mudrik, ada juga penceramah kondang Gus Nur yang berorasi.

"Saya tidak mendukung siapa-siapa. Tapi hukumnya wajib 2019 ganti presiden. Siapa presidennya, terserah," ujar Gus Nur.

Gus Nur juga mengajak seluruh peserta jalan sehat untuk menjadi relawan yang memiliki jiwa waliyullah untuk mendukung 2019 ganti presiden.

"Di Pilpres, jadilah relawan-relawan yang berjiwa Waliyullah. Ojo gelem (jangan mau) dibayar. Uangmu, tenagamu, pikiranmu, waktumu, handphonemu, pulsamu infakkan untuk mendukung 2019 ganti presiden," jelas Gus Nur.