MIRIS! Pengakuan Ortu: Penari Asian Games Belum Terima Honor, Warganet: Miskomunikasi atau Penggelapan?


[PORTAL-ISLAM.ID]  Tari Ratoh Jaroe yang ditampilkan secara apik dan spektakuler dalam acara pembukaan Asian Games 2018 beberapa waktu lalu dipuji banyak kalangan. Sayangnya, sejak Asian Games usai, berembus kabar miring jika honor para penari hingga kini belum dibayarkan. Benarkah?

Dari berbagai penelusuran di media sosial, ditemukan banyak keluhan mengenai ketidakjelasan mengenai honor para penari tersebut.

Esti Dayati, seorang pengguna facebook secara kritis menuliskan keluhan tentang ketidakjelasan honor para penari tersebut. Status Esti dikutip banyak akun lain, salah satunya akun Ganef Setyantoro.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh seorang ibu pengguna instagram @fibiehomemade.id.


Seorang warganet lain mempertanyakan apakah belum dibayarnya para penari Ratoh Jaroe ini hanya karena miskomunikasi semata atau ada unsur penggelapan.



Mengutip Esti, Andi menuliskan bahwa jerih payah para penari menghabiskan waktu untuk berlatih hingga lima bulan untuk penampilan tak sampai 10 menit itu hingga kini belum mendapat apresiasi, seperti yang dijanjikan pihak Panitia Nasional Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc).

Disebut-sebut, setiap penari dijanjikan mendapat honor senilai Rp3 juta. Namun hingga kini belum jelas, apakah honor tersebut termasuk biaya latihan sebesar US$15 seperti yang ditulis akun instagram @fiebiehomemade.id atau honor sebesar Rp3juta tersebut terpisah dari honor latihan.

Jika benar bahwa ada honor khusus pada saat event yang semestinya diterima para penari, hal ini cukup miris. Sebab, pendapatan dari Asian Games 2018 seperti yang disampaikan Ketua Inasgoc Erick Thohir mencapai Rp800 miliar.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Inasgoc tentang honor para penari Ratoh Jaroe seperti yang dikeluhkan para warganet. Status facebook Esti Dayati yang viral pun nampaknya tidak dapat diakses publik. [*]