Pertempuran Hittin dan Penaklukan Yerusalem

[PORTAL-ISLAM.ID]  800 tahun lalu... Pertempuran Hittin berlangsung pada tanggal 4 Juli 1187, antara Kerajaan Yerusalem para Tentara Salib dan kekuatan Sultan Salahuddin Ayyubi—di Barat dikenal dengan nama Saladin—dari Dinasti Ayyubiyyah. Peristiwa ini dikenal juga sebagai Pertempuran Tanduk Hittin, diambil dari nama sebuah gunung berapi yang telah mati di dekatnya.

Pasukan kaum Muslim di bawah pimpinan Saladin menawan atau membunuh sebagian besar Tentara Salib, menghilangkan kemampuan mereka untuk berperang. Sebagai dampak langsung dari pertempuran ini, pasukan kaum Islam sekali lagi menjadi kekuatan militer yang unggul di Tanah Suci, dengan menaklukkan kembali Yerusalem dan beberapa kota lain yang sebelumnya dikuasai Tentara Salib. 

Lokasi

Pertempuran Hittin terjadi di dekat Tiberias, dalam wilayah Israel masa kini. Medan pertempuran ini, dekat Kota Hittin, memiliki bukit ganda (Tanduk Hittin) sebagai ciri geografis utama yang terletak di sisi suatu lintasan pegunungan utara antara Tiberias dan jalan dari Akko menuju timur. Jalan Darb al-Hawarnah, dibangun oleh bangsa Romawi, berfungsi sebagai pelintasan timur-barat yang utama antara arungan-arungan Sungai Yordan, Danau Galilea dan pantai Mediterania.

Jumlah Pasukan

Pada akhir bulan Mei 1187, Salahuddin menghimpun pasukan terbesar yang pernah ia pimpin, terdiri dari sekitar 30.000 orang termasuk 12.000 kavaleri reguler. Ia melakukan inspeksi pasukannya di Tell Ashtara sebelum menyeberangi Sungai Yordan pada tanggal 30 Juni. 

Bala Tentara Salib sebagai penantangnya berkumpul di La Sephorie, terdiri dari sekitar 20.000 orang termasuk 1.200 kesatria dari Yerusalem dan Tripoli serta 50 dari Antiokhia. Meskipun pasukan tersebut lebih kecil daripada pasukan Salahuddin tetapi masih lebih besar daripada yang biasa dikerahkan oleh para Tentara Salib.

Setelah rekonsiliasi, Raymond dan Guy bertemu di Akko dengan sebagian besar bala tentara salib. Menurut klaim dari beberapa sumber Eropa, selain para kesatria ada juga sejumlah besar kavaleri yang lebih ringan, dan mungkin 10.000 infanteri, dilengkapi dengan para pemanah dari armada kapal pedagang Italia, dan sejumlah besar tentara bayaran (termasuk Turkopol) yang disewa dengan uang yang disumbangkan untuk kerajaan tersebut oleh Henry II, Raja Inggris.
Baca juga :