Ketika Pendeta Masuk Islam, Maka Dia Akan Dibunuh Karakternya

Ketika Pendeta Masuk Islam, Maka Dia Akan Dibunuh Karakternya

Oleh: Arsyad Syahrial

Beberapa hari lalu beredar berita tentang masuk Islamnya Hilarion Heagy, seorang pendeta Kristen Orthodox Timur yang cukup terkenal di AS. Maka langsung lah para pendeta Kristen lain menjelek-jelekkan dan berusaha membunuh karakter Hilarion Heagy.

Sebenarnya kejadian 'character assassination' (pembunuhan karakter) ini adalah kisah lama yang terus berulang dan berulang apabila ada tokoh agama Ahlul-Kitab masuk Islam. Kita tahu kisah-kisah mantan misionaris Yusuf (Joseph) Estes, pendeta David Benjamin Chaldean, pendeta Adam Neuser, Kesatria Templae Robert of St Alban, semuanya berusaha dibunuh karakternya, dituduh paling ringan ingin cari sensasi, pendusta, bahkan sampai kena gangguan jiwa.

Adapun kisah tentang pendeta Ahlul-Kitāb yang sangat terkenal ketika masuk Islam dan berusaha dibunuh karakternya adalah terjadi di masa Rasulullah SAW, yakni masuk Islamnya Abdullah bin Salam, seorang pendeta Yahudi dari Bani Qainuqa, nama aslinya adalah Al Hushain bin Salam bin Harits.

Kisahnya.....

Al Husayn ibn Sailam (Abdullah bin Salam) adalah seorang rabbi Yahudi di Yastrib (Madinah) yang dihormati dan disegani di kota itu baik dikalangan orang Yahudi maupun bukan. 

Pada kurun waktu yang cukup lama, kesehariannya dia beribadah, mengajar dan berkhotbah di kuil (sinagog). Selanjutnya dia bertekad untuk mengabdikan diri mendalami kitab Taurat, dalam pengabdiannya itu dia terpaku dan selalu terngiang pada beberapa ayat dalam kitab Taurat yang meramalkan tentang kedatangan seorang nabi yang akan melengkapi dakwah nabi-nabi terdahulu. Al Husayn menunjukan ketertarikannya dan segera bergegas ketika mendengar berita tentang kehadiran seorang nabi di Mekkah, Dia berkata:

"Ketika saya mendengar kabar kehadiran seorang nabi utusan Tuhan. Saya mulai mengumpulkan informasi dan membuat catatan tentang siapa namanya, silsilahnya, sifat-sifatnya, waktu dan tempat asalnya dan kemudian saya mencocokannya dengan apa yang ada dalam kitab suci kami. Dari catatan yang saya buat itu makin menguatkan keyakinan saya tentang bukti otentik kenabiannya sekaligus membenarkan tujuan misinya. Akan tetapi saya menyembunyikan keyakinan saya itu dari orang-orang Yahudi."

Ketika Abdullah bin Salam mendengar kedatangan sang nabi di Madinah, dia datang kepadanya dan mengajukan tiga pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh seorang Nabi.

Ketika pertanyaannya itu dijawab dengan baik oleh Baginda Nabī ﷺ‎, maka al-Ḥusain pun langsung mempersaksikan dengan mengucapkan dua kalimah Syahadat. Baginda Nabī ﷺ‎ pun mengganti nama al-Ḥusain menjadi "Abdullah".

Namun Abdullah meminta Baginda Nabī ﷺ‎ untuk merahasiakan keislāmannya dari orang-orang Yahūdi lainnya karena ia tahu bahwa kaum Yahūdi itu adalah para penipu yang jahat. 

Untuk membuktikan hal itu, Abdullah meminta Baginda Nabī ﷺ‎ menanyakan kepada orang Yahūdi tentang dirinya sehingga mereka memberitahu kepada Baginda Nabī ﷺ‎ seperti apa kedudukannya di antara mereka asalnya. Sebab seandainya mereka mengetahui tentang keislaman Abdullah, maka mereka pasti akan berbohong dan mencela dirinya. Maka Baginda Nabī ﷺ‎ pun setuju atas permintaan Abdullah ibn Salam itu.

Maka Baginda Nabī ﷺ‎ pun mengundang orang-orang Yahūdi datang, yang mana Abdullah sudah datang lebih dulu namun bersembunyi. Lalu Baginda Nabī ﷺ‎ pun bertanya kepada orang-orang Yahūdi tentang bagaimana kedudukan al-Ḥusain ibn Salām (Abdullah bin Salam) di antara mereka.

Orang-orang Yahūdi pun menjawab pertanyaan tersebut dengan mengatakan bahwa al-Ḥusain (Abdullah) adalah pemimpin mereka, seorang yang sangat àlim di antara mereka, dan anak seorang yang àlim pula.

Maka Baginda Nabī ﷺ‎ pun bertanya bagaimana seandainya al-Ḥusain masuk Islam? Maka orang-orang Yahūdi langsung menolak sambil mengejek bahwa itu adalah hal yang mustahil. Sampai 3x Baginda Nabī ﷺ‎ bertanya, dan orang-orang Yahūdi tetap memberikan jawaban mengejek yang sama.

Setelah pertanyaan itu disampaikan kepada mereka, maka Àbdullōh ibn Salām pun keluar dari persembunyinya seraya mengatakan bahwa dirinya telah berislām dan mengajak mereka bertaqwa kepada Allōh ﷻ‎, dan berīmān kepada Baginda Nabī ﷺ‎.

Mendengar kata-kata Àbdullōh ibn Salām itu, orang-orang Yahūdi langsung marah besar dan mengatakan bahwa Àbdullōh telah berdusta. Bahkan mereka mengatakan bahwa Àbdullōh adalah orang yang paling buruk di antara mereka, anak orang yang buruk, dan orang yang paling bodoh di antara mereka.

Maka Abdullah bin Salam pun langsung membuktikan di hadapan Baginda Nabī ﷺ‎ bahwa orang-orang Yahūdi ini adalah kaum penipu, pengkhianat yang memperturutkan hawa nafsu.

Demikian kisah di Ahad pagi ini. Semoga bermanfaat.

نسأل الله السلامة والعافية في الدنيا والآخرة


Baca juga :