Cuan Triliunan, Kakak Erick Thohir Makin Kaya Raya

Cuan Triliunan, Kakak Erick Thohir Makin Kaya Raya

Sebagai bos besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) alias Menteri BUMN, Erick Thohir menjadi orang paling kaya dalam deretan anggota kabinet Indonesia Maju. Pasalnya, sebelum bergabung menjadi tim 'pembantu presiden', Erick memang sudah melalang buana sebagai seorang pebisnis.

Mengacu pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), sang Menteri BUMN dilaporkan memiliki kekayaan hingga Rp 2,31 triliun.

Memang, dunia bisnis bukan hal yang baru bagi keluarganya. Karena sang kakak Garibaldi 'Boy' Thohir juga seorang pebisnis yang tak kalah kayanya. 

Popularitasnya sebagai pebisnis ulung sukses membuatnya tak kalah populer dari sang adik.

Meski bisnisnya menggurita di berbagai sektor, namun kekayaan Boy Thohir paling banyak disumbang dari sektor batu bara yang tumbuh subur di tahun 2022.

Boy Thohir tercatat sebagai pemegang saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). 

Kepemilikan saham Boy Thohir di ADRO mencapai 1.976.632.710 lembar atau setara dengan 6,18% dari total saham perusahaan tersebut. Ini baru yang tercatat menggunakan namanya secara langsung.

Sektor batu bara memang sedang naik daun di tahun 2022 apalagi harga komoditasnya sempat tembus All Time High (ATH) akibat adanya krisis energi di Eropa. 

Kenaikan harga batu bara menjadi katalis positif untuk harga saham emitennya tak terkecuali ADRO. Di sepanjang tahun 2022, harga saham ADRO tercatat mengalami kenaikan sebesar 68,69%.

Kinerja keuangan ADRO yang melesat sepanjang 2022 membuatnya siap membagikan dividen interim senilai US$ 500 juta atau setara dengan Rp 7,8 triliun. 

Itu artinya, jika Boy Thohir menggenggam 6,18% saham ADRO sejak awal tahun, maka kekayaannya sudah bertambah Rp 2,8 triliun dan kini menjadi Rp 7,5 triliun.

Itu artinya, apabila ditambah dengan dividen yang akan dibagikan oleh ADRO, kekayaan Boy Thohir akan bertambah sekitar Rp 480 miliar sebelum dikurangi pajak. Sehingga secara kotor Boy dapat mengantongi uang sebesar Rp 3,3 triliun dari ADRO saja di tahun 2022.

[Sumber: CNBCIndonesia]