Sumur Abu Thalhah di Dalam Masjid Nabawi

Oleh: Ustadz Ispiraini Bin Hamdan

Akhirnya hari Sabtu (24/12/2022) sekira pukul 14.30 siang, disaat Masjid Nabawi tak ramai sangat, saya bongkar karpet masjid Nabawi syukurnya askar masjid Nabawi lagi lengah-lengahnya ☺️☺️

Hajat saya hanya ingin mengobati keingintahuan saya dimanakah letak salah satu dari 7 sumur Nabi di Madinah.

Alhamdulillah hajat tertunaikan, saya dapat melihat jejak sejarah sumur yang dikenali dengan Bi'ruha' yang dulu diwaqafkan oleh Sayyiduna Abu Thalhah sesudah turunnya ayat 92 dari surah Ali Imran.

Sumur sejarah dan bertuah ini diriwayatkan para perawi ibrah tentang sedekah yg agung dan istimewa adalah sedekah pada benda yang teramat kita cintai, sungguh jadi pelajaran yg mencabar dan tauladan yg terbilang.

Sejarah Sumur Ha

Sumur Ha (بئر حاء Bi`ru Ha`‎) adalah sebuah sumur yang berada di sebelah utara Masjid Nabawi di dalam kebun Abu Thalhah al-Anshari, dan belum lama ini bekasnya masih ada. Hanya saja pada 1994 sumur ini masuk ke dalam proyek perluasan Masjid Nabawi. Persisnya sekarang berada pada beberapa meter sebelah kiri pintu masuk Bab Malik Fahd Nomor 21.

Dari Anas diriwayatkan: Abu Thalhah adalah salah seorang sahabat dari Anshar di Madinah yang paling banyak kebunnya, dan harta kebun yang paling dicintainnya ialah Bi`r Ha` (Sumur Ha`), yaitu yang berada di kiblat Masjid, dimana Rasulullah ﷺ masuk ke dalam kebun dan minum dari airnya. Dan ketika turun ayat:

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ

"Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai." [QS Ali Imran: 92]
 
Abu Thalhah bangkit dan berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah berfirman: Kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai, dan bahwasanya hartaku yang paling aku cintai adalah Bi`r Ha`, aku sedekahkan untuk Allah dengan mengharap kebajikan darinya serta sebagai simpanan bagiku disisi-Nya, maka putuskanlah wahai Rasulullah sebagaimana Allah memperlihatkannya kepadamu. 

Lalu Rasulullah pun menjawab: Bagus, itulah harta yang menguntungkan, itulah harta yang menguntungkan.