Tahun 50an Korsel itu lebih miskin dari Indonesia, sekarang pendapatan per kapitanya 8x lipat Indonesia, Apakah karena itu Polisinya lebih bermoral?

[PORTAL-ISLAM.ID] Prof Sulfikar Amir, seorang WNI pakar sosiologi bencana di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, di akun twitternya @sociotalker menyoroti sikap pejabat dan institusi Polisi Korea Selatan atas Tragedi Halloween di Itaewonn Korea Selatan.

"tahun 50an, korea selatan itu lebih miskin dr indonesia. lalu mulai industrialisasi nyaris bareng indonesia. sekarang pendapatan per kapita korsel 8x lipat indonesia. produk industri dan budaya mrk mendunia. apakah krn itu institusi kepolisian mrk lbh bermoral?" ungkap Prof Sulfikar Amir di akun twitternya @sociotalker, Selasa (2/11/2022).

Prof Sulfikar Amir juga menyoroti sikap Presiden Korsel yang tidak mencari-cari alasan (kambing hitam) atas Tragedi Itaewoon dengan kondisi jalan atau infrastruktur.

Dalam twitnya, Prof Sulfikar Amir mengunggah berita media berjudul "Presiden Korsel Akui Belum Ada Aturan Pengelolaan Massa".

Korea Selatan ternyata belum memiliki tata cara pengelolaan kegiatan yang mendatangkan massa dalam jumlah luar biasa banyak. Pemerintah akan membuat sistem keamanan massal yang memanfaatkan kemajuan teknologi.

"kirain bakal nyalahin jalan2 di itaewon yg sempit itu," sentil Prof. @sociotalker.

Prof Sulfikar Amir sepertinya sedang menyentil sikap Presiden RI yang sempat heboh menyatakan Tragedi Kanjuruhan karena ada masalah pada tangga stadion yang terlalu curam dan pintu yang terkunci.