Ali Syarief: Kenapa LSI Denny JA tidak mensurvei juga pendukung Komunisme di tubuh PDIP? Kenapa cuma survey pendukung Syariat Islam?

[PORTAL-ISLAM.ID] Lembaga Survei Indonesia (LSI) versi Denny JA merilis survei terbarunya terkait 'Partai Politik dan Pertumbuhan Pro-Syariat Islam'. 

Dalam survei tersebut dipaparkan pertumbuhan pemilih yang pro syariat Islam, termasuk dua partai yakni PPP dan PKS yang menjadi basis dari pemilih pro syariat Islam.

Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) versi Denny JA, Ade Mulyana mengungkapkan dari seluruh responden yang disurvei hanya 12,5 persen pemilih yang pro-syariat Islam. Sementara 77,8 persen responden yang tidak setuju dengan pro-syariat Islam.

Tapi Ade mengeklaim angka 12,5 persen itu terjadi kenaikan dari setiap tahunnya. Dimana pada 2012 hanya ada 5,6 persen dan 2017 naik ke 9,3 persen yang pro-syariat Islam.

"Dari seluruh parpol ada dua partai yakni PKS dan PPP yang pemilihnya banyak pro-syariat Islam. Dimana dalam survei terlihat PKS 18 persen dan PPP 14 persen pendukung pro-syariat Islam," kata Ade dalam pemaparannya, Selasa (1/1/2022), dilansir Republika.

Survei LSI Denny JA ini ditanggapi oleh Akademisi Cross Culture, Ali Syarief.

Ali Syarief menyebut kenapa LSI Denny JA tidak mensurvei juga pendukung Komunisme di tubuh PDIP.

"Survey Denny JA; Pendukung syariah Islam tumbuh di P3 dan PKS, ya iyalah. Masa orang islam tdk mau menumbuhkan syariah!? (sholat, haji, wudhu, zakat, dst). Mengapa tidak menyurvei pertumbuhan ideologi komunisme PDIP?" kata Ali Syarief di akun twitternya @alisyarief.
 
Twit @alisyarief ini ada yang menuding dia offside karena menyerang PDIP.

"Waduh anda sdh benar-benar offside dgn pdip, anda hrs mempertanggung jwbkan tuitan anda ini," komen akun indra hardianto wk @indrahwk.
 
Komentar ini ditanggapi balik Ali Syarif.

"Kamu kudet, dinyatakan oleh Ario Bimo dan Arteria Dahlan (dua politisi PDIP -red), bahwa keturunan PKI berkumpul di PDIP, lalu saya minta disurvey, berpengaruh nggak?" balas @alisyarief.