Menyakiti Umat Islam dengan Label 'Radikal, Teroris, dll'

Menyakiti Umat Islam

"Orang-orang yang menyakiti mukminin dan mukminat, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, sungguh, mereka telah menanggung kebohongan dan dosa yang nyata." [QS Al-Ahzab: 58]

1. Menjaga kehormatan muslim, apalagi umat Islam yang banyak adalah salah satu Maqoshid Syariah (tujuan pokok diturunkan syariah Islam). Oleh karena itu diadakan perintah (amr) dan juga larangan (nahyun) dalam Islam, salat satunya demi menjaga kehormatan muslimin.

2. Semakin tinggi kedudukan seorang muslim, seperti para Nabi, Sahabat, Ulama atau Guru Ngaji (Ustadz dll) maka semakin tinggi kehormatannya. Sehingga mencemarkan kehormatannya pun semakin berat dosanya. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Al-Faqih Al-Mufassir Nashir As-Sa'diy dalam tafsirnya.

3. Diantara bentuk merendahkan atau melecehkan kehormatan seorang muslim adalah menuduhnya dengan tuduhan yang rendah bernilai kriminal atau berkonsekuensi hukum seperti radikal atau teroris dan sejenisnya.

4. Di antara dalil yang perlu dijadikan sebagai sebagai pertimbangan dalam menjaga kehormatan darah dan kemuliaan seorang muslim adalah sabda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam:

"Barangsiapa yang menuduh seorang muslim padahal tuduhan itu tidak ada pada dirinya maka kelak di Hari Kiamat Allah akan memenjarakannya di neraka jahanam sampai dia membuktikan apa yang dia tuduhkan."

5. Sikap yang terbaik seorang muslim dalam mendengar berbagai fitnah terhadap saudara sesama muslimnya, apalagi sebuah kelompok Islam yang terbukti mendakwakan, berjihad membela kehormatan Islam dan kaum muslimin adalah diam atau berhusnudzon, dan maksimal adalah membelanya.

6. Dalam surat Al-Hujurat ada beberapa perbuatan yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala demi menjaga kehormatan seorang muslim. Diantaranya diharamkan untuk suudzon, mencari-cari kesalahan muslim, mencari-cari kecacatan seorang muslim, memanggil atau melabeli seorang muslim atau kelompok Islam dengan label-label yang buruk.

Makanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala mewajibkan kita untuk tabayyun ketika mendengarkan berita-berita terkait tentang saudara Muslim.

[Ustadz Mas'ud Izzul M]