Apakah Tragedi Kanjuruhan gara-gara suporter Arema tidak terima kekalahan? Baik, mari kita analisis pakai data. Jangan ngarang-ngarang!

Apakah Tragedi Kanjuruhan gara-gara suporter Arema tidak terima kekalahan? 

Baik, mari kita analisis pakai data. Jangan pakai perasaan. Jangan ngarang-ngarang.

Musim ini Arema main 11 kali, kalah 5 kali.
Musim 21/22 Arema main 34 kali, kalah 5 kali
Musim 20/21, liga batal
Musim 2019 Arema main 34 kali, kalah 14 kali
Musim 2018, main 34, kalah 12 kali 
Musim 2017, main 34, kalah 11 kali

Dari catatan itu terlihat, berapa kali Arema kalah? Banyak sekali kalahnya. Berapa kali suporter mati 130 orang? Cek, berapa kali Arema kalah sama Persebaya di musim2 sebelumnya, juga saat lawan Persib, dan 'musuh2 bebuyutan' lainnya, ada yg mati 130 orang? BUKA datanya!

Pun sama, dengan fans2 klub lain. Dalam satu musim, rata2 ada 220 kekalahan yg diderita klub2 ini. Ada yang mati 130 orang? Ada banyak sekali kasus suporter masuk lapangan, ada yang mati 130 orang?

Dari fakta2 itu, kalian mau menyimpulkan tragedi Kanjuruhan gara2 suporter tdk mau menerima kekalahan? Wah, kamu ngarang blas.

Tragedi Kanjuruhan adalah puncak segala puncak, my friend. Saat keserakahan, kekeraskepalaan, ketidakprofesionalan, pengabaian, penghindaran tanggung-jawab, oran2 yg sudah disanksi bisa balik lagi, dan semua penyakit sepak bola nasional lainnya berkumpul jadi satu. BUM! Meledak. Mati banyak.

Siapa korbannya? Suporter. Orang2 yg justeru bayar, orang2 yg justeru menghidupi sepak bola. Darimana sih klub2 ini dapat duit? Darimana PSSI, bahkan FIFA sekalipun dapat duit? Dari suporter. Kompak seluruh suporter di dunia berhenti menonton bola, mau apa FIFA, PSSI?

Itu benar, Bedebah! SUPORTER ITU ADA YANG SUKA RUSUH! Di mana2, bahkan di Inggris, di Jerman, di Italia, di Spanyol, negara2 yg maju. ITU BENAR! Tapi berhentilah kamu menyimpulkan sepihak, bilang: 'ini semua gara2 suporter yg tdk mau kalah!', 'mampus, rasain sendiri kenapa nonton bola', 'baguslah, mati semua saja.'

Itu benar, Bedebah! Silahkan tangkapi suporter provokator, penjarakan semua! Tapi tolong kamu pastikan, Ketua Umum tercinta, tersayang, yg kamu bela setiap saat itu, Ketua Umum PSSI, bersama seluruh exco, seluruh pengurus PSSI mundur.

Tidak ada jaminan penggantinya akan lebih baik. Tapi kamu mau ngasih orang2 ini kesempatan lagi setelah puluhan tahun sepakbola kita stuck? Dengan orang2 baru, minimal ada kemungkinan baru. Kamu sayang dengan Timnas, sayang? Maka sudah saatnya Timnas itu dilahirkan dari kompetisi bola yg sehat, yg bebas dari kepentingan politik, apalagi cuma batu lompatan oportunis.

130 orang lebih mati, bahkan masih bisa terus bertambah, kamu santainya ngarang bebas. Ketawa-ketiwi. Cengengesan. Ngalah2in Tere Liye yg memang kerjaannya ngarang. Wow deh, kamu bijak banget nyuruh 'move on', 'terus maju', 'mau sampai kapan ber duka cita'. Kamu ngalah2in quote Tere Liye deh. Tapi sayangnya, itu quote sok bijak simpel karena kamu memang benci dgn suporter sepak bola! Tapi selalu sayang dgn Ketum PSSI.

Kapan sih kamu akan menyalahkan PSSI? Dan meminta Ketua Umum PSSI mundur? Kapan? Oooh, tdk pernah. Semua salah suporter deh.

(By Tere Liye, penulis novel "Negeri Para Bedebah")

*fb