Presiden Sungsang

Oleh: Sutoyo Abadi (Koordinator Kajian Politik Merah Putih) 

Sungsang maknanya terbalik (yang di atas menjadi di bawah, yang di depan menjadi di belakang, kepala di bawah kaki di atas, dan sebagainya). Melakukan sesuatu yang menjadi sukar karena salah jalan, keadaan jungkir balik.

Contoh pembicaraan saat ini menjadi nol resultantenya yang diminta masyarakat Presidential Threshold nol persen, Presiden malah ribut sendiri tentang larangan anggota Direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi pengurus partai politik, calon legislatif (Caleg) hingga calon pimpinan kepala maupun wakil kepala daerah.

Macam-macam tuntutan aspirasi rakyat, diabaikan penguasa, Presiden terus berpidato berahir sungsang. Jangan jangan Presiden memang keturunan Raden Sekar Sungsang/Ki Mas Lalana/Panji Mulia Rama Nata atau Raden Sakar Sungsang. 

Presiden kadang terlihat  santun dan berbudi pekerti. Setelah kita endus bahwa di balik kedok tertata, sopan dan bertata krama itu ternyata adalah kepalsuan dan sungsang. Jangan terus menggonggong jika dalam posisi lemah, buta  atau tidak tahu fakta, karena lolongan di alam gelap gulita pasti sungsang. 

Manipulasi data/informasi politik untuk mobilisasi (dukungan) politik, itu pekerjaan khas bandit politik, dan khas model pekerjaan politik otak sungsang. Presiden yang sungsang sangat membahayakan menyeret negara akan menjadi sungsang.[suaranasional]