Memicu Protes Umat Islam Inggris, Cineworld Tarik Pemutaran Film ‘The Lady of Heaven’, Berisi Penggambaran Negatif Nabi Muhammad dan Putrinya Fatimah

[PORTAL-ISLAM.ID]  PROTES massal yang dilakukan Umat Islam di Inggris atas pemutaran film tentang Fatimah, putri Nabi Muhammad berjudul ‘The Lady of Heaven’ berbuah hasil.

Ini setelah Cineworld Cinemas jaringan bioskop multipleks terkemuka di Inggris menarik film tersebut.

Dilansir dari Dailymail, Selasa (7/6/2022), Cineworld dalam satu pernyataan mengonfirmasi bahwa pihaknya menarik film tersebut dari semua tempat.

“Karena insiden baru-baru ini terkait dengan pemutaran ‘The Lady of Heaven’, kami telah membuat keputusan untuk membatalkan pemutaran film yang akan datang secara nasional untuk memastikan keamanan staf dan pelanggan kami,” jelas juru bicara Cineworld.

Pembatalan pemutaran film tersebut disambut takbir Umat Islam yang menggelar demo di Cineworld Cinemas.

Ratusan demonstran telah turun ke Bradford, Bolton, Birmingham dan Sheffield untuk memprotes tempat pemutaran film The Lady of Heaven.

Film The Lady of Heaven dibuat di Inggris dengan dana 12 juta Poundsterling. Film ini menampilkan invasi ISIS ke Irak dan menampilkan pembunuhan oleh kelompok jihadis, sebelum menceritakan kisah putri Rasulullah Fatimah.

Islam sendiri selama ini melarang penggambaran langsung tokoh agama. Meski begitu, ada saja yang masih membuat film seperti itu. Bahkan dengan framing yang sengaja untuk mendiskreditkan Islam.

Sutradara Eli King menggambarkan Fatimah dalam film The Lady of Heaven sebagai karakter tanpa wajah, diselimuti oleh kerudung hitam.

Namun, film ini dinilai tidak akurat menggambarkan sejarah agama dan secara negatif menggambarkan tiga tokoh Islam yang paling penting.

Film ini menampilkan mantan aktor Coronation Street Ray Fearon dan ditayangkan di Festival Film Cannes tahun lalu, tetapi hanya dirilis di Inggris untuk pertama kalinya pada 3 Juni tahun ini.

Seorang pengunjuk rasa di Bradford, West Yorkshire, menegaskan sangat tersinggung dengan pemutaran film tersebut. “Kami sangat tersinggung. Kita berhak untuk tidak dihina. Kalian tidak punya hak untuk memberitahu tentang sejarah kami. Kami tidak akan membiarkan film ini berlanjut lebih jauh,” sebutnya.

Di Bolton, ketua Dewan Masjid lokal, Asif Patel, sejatinya telah menulis surat kepada cabang lokal Cineworld.

Dalam suratnya, Asif mengungkapkan film tersebut berisi ideologi sektarian dan bersifat menghujat komunitas Muslim.

“Ini sangat tidak menghormati Nabi Muhammad (saw) dalam banyak hal dan sangat mengganggu setiap Muslim. Ini juga salah menggambarkan narasi sejarah ortodoks dan tidak menghormati individu yang paling terhormat dalam sejarah Islam (Nabi Muhammad),” ungkapnya.

Asif mempertanyakan sejauh mana produser telah mempertimbangkan dampak besar film ini terhadap komunitas Muslim.

“Ada beberapa-termasuk banyak pendukung film ini atau mereka yang terlibat dalam sektarianisme ini tujuan utamanya adalah untuk memicu kebencian. Kita tidak boleh membiarkan mereka berhasil,” tuturnya.

Sementara itu, produser eksekutif film ini, Shlibak menyebut keputusan untuk menarik film itu dari bioskop sebagai hal yang tidak dapat diterima. Dia malah menuduh bahwa keputusan Cineworld seperti tunduk pada para ekstremis radikal.

Sedangkan, Vue, yang masih memiliki pemutaran film yang terdaftar di situs webnya, menolak untuk mengkonfirmasi apakah film tersebut telah ditarik dari salah satu bioskopnya.

Seorang juru bicara Vue mengatakan hanya akan menayangkan film setelah BBFC (Badan Klasifikasi Film independen Inggris) menilai film tersebut. “The Lady of Heaven telah terakreditasi BBFC dan ditayangkan di sejumlah bioskop kami,” sebut mereka.