Banner ‘Calon Gubernur’ Dilarang Terpampang di Kantor PKS, Mufti Salim: Ada Mekanismenya!

[PORTAL-ISLAM.ID]  BANDAR LAMPUNG - Ketua DPW PKS Lampung Mufti Salim mengultimatum kepada seluruh kader agar tidak memasang banner atau gambar apa pun yang menonjolkan wajah mantan Ketua DPW PKS Lampung Hantoni Hasan yang sudah mendeklarasikan diri sebagai calon gubernur Lampung. 

Mantan Ketua Komisi V DPRD Lampung ini mengatakan yang dilakukan oleh Hantoni Hasan merupakan inisiatif pribadi, tanpa ada campur tangan partai. Sebab, ada mekanisme tersendiri dalam penentuan calon kepala daerah termasuk calon gubernur di PKS.

“Kita sudah ingatkan, jangan dipasang di kantor partai,” ungkap Mufti, Jumat 10 Juni 2022. 

"Apa yang ada sekarang itu inisiatif pribadi tidak dibahas di struktur partai. Yang bekerja kan bukan orang-orang partai,” terang Mufti Salim dilansir Radar Lampung.   
 
“Saya juga awalnya tidak tahu. Menjelang pemasangan kami mendengar. Dari pada saya nggak bisa jawab, saya ajak beliau (Hantoni) bicara. Beliau melakukan tahapan atas inisiatif pribadi. Struktur tidak bisa melarang, itu tahapan personal. Mungkin konsultannya,” imbuh Mufti Salim.

Menurutnya, Hantoni juga belum tentu dipilih sebagai Calon Gubernur oleh PKS. Sebab, dalam kebijakan PKS, harus melalui proses pemilihan raya (pemira) dan tahapan mekanisme lain sehingga DPP PKS mengeluarkan rekomendasi.

“Struktur akan melakukan proses sesuai dengan mekanisme. Dan sampai hari ini, mekanisme itu (penjaringan calon gubernur) belum dibuka,” tandasnya.

Mufti juga menilai, dengan adanya sebaran banner itu tidak menutup kemungkinan ada pelanggaran-pelanggaran yang terjadi.

“Tidak menutup kemungkinan ada pelanggaran-pelanggaran ketertiban. Ya dikoordinasikan saja. Beliau pernah tiga periode di DPRD Provinsi, saya kira tau aturannya. Saya ditelpon Satpol-PP terkait ini, struktur tidak bisa masuk ke arah sana. Jangankan yang teknis, yang prinsip saja tidak bisa,” katanya. 

Ingin Majukan Lampung

Ramai wajah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hantoni Hasan, terpampang di sejumlah jalan protokoler hingga pojok kampung di Lampung. Banner tersebut, bertuliskan Calon Gubernur Lampung 2024, dengan tagline Lampung Bangkit.

Mantan Ketua DPW PKS Lampung itu mendeklarasikan diri sebagai calon gubernur (cagub) Lampung pada Pilkada 2024.

Dikonfirmasi soal ini, Hantoni mengungkapkan sengaja lebih dulu sosialisasi mengingat waktu pilkada terlalu dekat dengan pemilihan presiden dan legislatif. 

"Jadi saya tidak mau sekadar nyoblos dan milih tanpa masyarakat tahu gagasan yang dibawa calon," katanya, Rabu (8/6/2022).

Ditanya soal parpol yang akan mengusung, Ketua Dewan Pakar PKS Lampung ini mengaku belum ada komunikasi.

"Tapi tentu saya sudah memikirkan hal itu. Kalau ditanya apakah serius, tentu serius," ujarnya.
 
Menurutnya, apa yang ia lakukan ini termasuk pendidikan politik untuk masyarakat. Sehingga, orang bisa melihat serius atau tidaknya calon. 

"Insyaallah saya bukan untuk pribadi, catat saja. Makanya saya ngomongnya jelas supaya semua orang bisa menagih janji saya," tegasnya. 

Saat dihubungi Lampungpro.co, Hantoni Hasan mengaku merasa terpanggil, untuk menjadi Gubernur Lampung atas dasar pengabdian. Menurutnya, Provinsi Lampung saat ini kaya akan sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), pariwisata, hingga perkebunan yang harus diberdayakan.

"Potensi Lampung ini sangat besar, karena penduduknya banyak nomor dua di Sumatera. Bahkan laut ikannya sangat kaya, disektor pertanian disebut jadi lumbung pangan nasional, namun Lampung masuk peringkat empat termiskin di Sumatera," kata Hantoni Hasan, Kamis (9/6/2022).

Hantoni juga menyinggung terkait indeks pembangunan manusia (IPM) di Lampung yang juga masih rendah. Hal itulah, yang memotivasi dirinya untuk maju Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung 2024.

"Dengan potensi dan permasalahan itu, kami sudah punya solusi dan langkah strategis, bagaimana menahkodai Lampung. Bukan cuma cara berpikir jadi gubernur, bahkan saat jadi gubernur saya sudah ada caranya," ujar Hantoni.

Disinggung terkait apakah ingin maju dari jalur independen atau diusung partai politik, Hantoni mengaku masih menunggu jalur partai politik. Namun saat ini, belum ada partai politik yang membuka pendaftaran calon kepala daerah, sehingga ia masih menunggu jadwal dan lainnya. (*)