OHHH... Ternyata Wilmar Group Yang Kena Kasus Minyak Goreng, Sponsornya Persis Solo Milik Kaesang Anak Jokowi

[PORTAL-ISLAM.ID]  Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak goreng. 

Salah seorang tersangkanya merupakan Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, yakni Master Parulian Tumanggor (MPT).

PT Wilmar Nabati Indonesia sendiri merupakan anak usaha dari Grup Wilmar atau Wilmar International Ltd, perusahaan sawit raksasa yang berbasis di Singapura.

Meski menguasai ratusan ribu hektare perkebunan kelapa sawit di Indonesia, Grup Wilmar lebih memilih berkantor pusat di Singapura.

Wilmar International bahkan tercatat sebagai salah satu perusahaan terbesar dari sisi kapitalisasi pasar di Bursa Efek Singapura atau Singapore Stock Exchange (SGX).

Berbagai produk Grup Wilmar antara lain minyak goreng, margarin, coklat, oleokimia, dan biodiesel. Selain sawit dan produk turunannya, perusahaan ini juga tercatat sebagai holding investasi.

Gurita bisnis Wilmar di Indonesia tak lepas dari peran sang pemiliknya, Martua Sitorus yang tercatat masih merupakan warga negara Indonesia.

Bersama dengan Kuok Khoon Hong, Martua Sitorus mendirikan Wilmar pada tahun 1991. Wilmar International Ltd pernah masuk sebagai perusahaan sawit terbesar dunia pada tahun 2018.

Awalnya, Grup Wilmar memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 7.000 hektare di Sumatera Barat di bawah bendera PT Agra Masang Perkasa (AMP).

Area perkebunan kelapa sawit Wilmar kemudian merambah ke Sumatera Utara. Dalam waktu relatif cepat, perkebunan sawitnya semakin menggurita di Indonesia hingga ratusan ribu hektare dan berada di atas lahan negara melalui skema hak guna usaha (HGU).

Di Indonesia, merek minyak goreng dari Wilmar adalah Fortune dan Sania. Sementara untuk pasar global, perusahaan juga memiliki puluhan merek. Majalah Forbes bahkan menjuluki Martua Sitorus sebagai Raja Minyak Sawit Indonesia.

Matua Sitorus sebagaimana dicatat Forbes memiliki kekayaan bersih sebesar 3 miliar dollar AS, sekaligus menempatkan pria berusia 62 tahun ini di urutan 1.034 orang terkaya di dunia.

Induk PT Wilmar Nabati Indonesia, yakni Grup Wilmar, bahkan dinobatkan sebagai produsen sawit terbesar di dunia. Selain di Indonesia, perkebunan kelapa sawitnya juga berada di Malaysia.

Kemendag mencatat, induk perusahaan yang berbasis di Singapura ini menyumbang DMO minyak sawit sebesar 99,26 juta liter.

"Berdasarkan data Kementerian Perdagangan antara 14 Februari-8 Maret 2022, produksi terbesar berasal dari Wimar Grup dengan distribusinya sebesar 99,26 juta liter," ujar Mendag Lutfi pada Maret lalu.

Perusahaan Internasional Wilmar Group Resmi Jadi Sponsor Persis Solo

Persis Solo resmi disponsori sebuah perusahaan internasional, Wilmar Group, dalam petualangan di Liga 2 2021.

Logo Wilmar kini sudah terpampang pada bagian depan jersey Persis Solo, tepatnya dada sebelah kanan. Logo Wilmar ini bersanding dengan Free Fire Bank Aladin Syariah dan Gurih.

Country Head Wilmar International Ltd untuk Indonesia, Darwin Indigo, menjelaskan Wilmar Group tanpa ragu-ragu bersedia menjadi sponsor Persis Solo pada kompetisi Liga 2 Musim 2021.

Keputusan ini didasari potensi tim Laskar Sambernyawa untuk lebih berprestasi di ajang sepak bola Tanah Air, termasuk promosi ke Liga 1.

"Kami melihat Persis Solo memiliki potensi yang luar biasa, terutama dengan adanya manajemen dan semangat baru dikelola orang muda-muda," kata Darwin, dilansir Suara.com, 6 Oktober 2021.

Wilmar Group menilai semangat skuad Persis Solo luar biasa dan ditambah dengan adanya pemain-pemain berkualitas, maka Persis Solo bisa menjadi tim yang luar biasa.

Darwin mengatakan, sepak bola merupakan olahraga yang sangat dekat dengan masyarakat di Indonesia. Hal ini, sesuai dengan produk-produk yang di hasilkan Wilmar Group seperti minyak goreng, beras, dan lainnya yang juga dikonsumsi masyarakat Indonesia.

"Jadi ada kesamaan antara Wilmar dengan Persis Solo. Kami benar-benar sangat dekat dengan masyarakat. Kami juga sangat bangga dengan manajemen baru Persis dan yakin mereka menjadi tim unggul di Indonesia," ujar dia.

Sementara itu Direktur Utama Persis Solo Kaesang Pangarep mengatakan pihaknya bangga Wilmar bisa menjadi bagian dari sponsor Persis Solo musim ini. Wilmar merupakan perusahaan yang sudah memiliki prestasi level internasional.

Persis, kata Kaesang, ingin jika kerja sama itu untuk jangka panjang, tidak hanya ingin satu kompetisi saja karena antara Persis dengan Wilmar memiliki banyak kesamaan.

Kaesang Beli Persis Solo

Keputusan Kaesang Pangarep membeli Persis Solo mendapat dukungan dari sang ayah, Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, Kaesang mengatakan hanya satu kata yang diucapkan Jokowi soal pembelian klub asal Kota Solo itu oleh dirinya.

"Sebenarnya waktu itu saya bertemu dengan Bapak (Jokowi), dari bapak tidak banyak kata yang keluar dari beliau, hanya mengatakan ‘lanjut’. Bapak enggak banyak omong ke saya, soalnya saya sibuk, bapak juga sibuk," kata Kaesang, dilansir Media Indonesia, 7 April 2021.

Kaesang kini berstatus sebagai pemilik saham mayoritas PT Persis Solo Saestu. Ia menguasai 40 persen saham kesebelasan yang bermain di Liga 2 tersebut.

Saat membeli Persis, Kaesang mengajak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan pengusaha Kevin Nugroho. Erick mempunyai 20 persen saham, sedangkan Kevin 30 persen. Sementara 10 persen saham sisanya dipegang 26 klub internal Persis.

Disinggung soal berapa besar dana yang disiapkannya untuk membangun Persis, Kaesang tak mau membukanya. "Pokoknya dari awal Persis Liga 1 harga mati," jelas adik kandung dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tersebut. 

*Sumber: