KOK BEDA YA..... SER???

[PORTAL-ISLAM.ID]  KOK BEDA YA..... ???

YG INI TEGAS MEMBELA KORBAN.... SATUNYA LAGI MEMAKLUMI PELAKU

PADAHAL YG INI CUMA BONYOK DOANG... SEDANG SATUNYA NYAWA MELAYANG... TIDAK CUMA 1 TAPI 6 NYAWA...
 
GP Ansor Desak Polisi Segera Tangkap Penganiaya Ade Armando

Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyatakan keprihatinan dan mengutuk aksi anarkis massa yang berujung penganiayaan terhadap aktivis Ade Armando di tengah unjuk rasa atau demo 11 April di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (11/4/2022) sore.

Ade yang juga pengajar FISIP Universitas Indonesia (UI) ini mengalami luka serius karena dihajar sejumlah orang sehingga harus dilarikan ke rumah sakit (RS). Ansor meminta aparat kepolisian segera menangkap para pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Penganiayaan kepada Ade Armando ini tindakan brutal sekali. Ansor mengutuk keras. Apa pun alasannya, tindakan kekerasan tidak bisa dibenarkan. Jangan tunggu lama, polisi harus tangkap pelaku apalagi data rekaman kejadian sudah banyak beredar,” ujar Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) Hasan Basri Sagala di Jakarta, Senin (11/4/2022).

Untuk itu, GP Ansor mendesak para pelaku bisa segera ditangkap dan diadili.

GP Ansor berharap polisi bisa bekerja cepat mengusut kasus ini.

Selain akan membuat terang siapa saja pelakunya, penangkapan ini akan membuka jelas apa motif sebenarnya dari pengeroyokan tersebut.

"Lebih baik pelaku segera menyerahkan diri daripada mendapat tindakan tegas dari aparat. Tindakan mereka telah merusak aksi mahasiswa,” tandasnya.

SEDANG KASUS DIBUNUHNYA 6 LASKAR FPI...

Majelis Hakim Vonis Bebas Dua Polisi Penembak Laskar FPI, GP Ansor: Sudah Tepat

Keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan yang memvonis bebas dua polisi terdakwa pembunuhan terhadap enam anggota Front Pembela Islam (FPI) pada Jumat, 18 Maret 2022, menurut Gerakan Pemuda (GP) Ansor adalah keputusan yang tepat.

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor, Abdul Rochman mengapresiasi dan menilai putusan Majelis Hakim tersebut benar serta menunjukkan kejernihan hakim dalam melihat persoalan yang menjerat dua polisi itu.

Ia mewakili GP Ansor mengajak semua pihak untuk menghormati keputusan yang ditetapkan Majelis Hakim PN Jakarta Selatan tersebut.

“Putusan itu sudah tepat sekaligus menunjukkan majelis hakim jernih dalam melihat persoalan ini secara detail. Dari berbagai keterangan saksi, memang penembakan anggota FPI itu terpaksa dilakukan karena mereka jelas melawan dan membahayakan petugas serta masyarakat,” kata Abdul, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Dalam keterangan tertulis, Sabtu 19 Maret 2022, Abdul menilai secara SOP tindakan tegas yang dilakukan dua polisi tersebut tidak ada yang salah.