Hari Naas Ade Armando

Berbuka puasa hari ini yang paling menyenangkan adalah menyaksikan Ade Armando digebukin massa, begitu yang dirasakan banyak orang. “Lego rek, bukone!” seru seorang kawan. 

Ade Armando adalah satu di antara orang-orang yang selama ini tak henti melakukan serangan verbal terhadap ummat Islam ataupun tokoh Islam yang dihormati ummat. 

Selain Ade Armando, ada juga nama Abu Janda, Deny Siregar dan lain sebagainya. Belakangan juga muncul satu nama: Zein Kribo. 

Mereka mungkin tak pernah terpikir, bahwa apa yang dialami Ade Armando hari ini bakal terjadi. 

Pembiaran atau perlindungan dari penegak hukum terhadap nama-nama di atas mungkin menjadi alasan, sehingga mereka begitu leluasa melancarkan penghinaan kepada ummat Islam, ajarannya dan tokoh-tokohnya. 

Ade Armando datang ke lokasi aksi dengan bahagia, tanpa pernah menduga bahwa hari ini akan menjadi hari yang paling naas baginya. Konon dia datang, karena ingin mendukung aksi mahasiswa. 

Tapi Ade Armando lupa, bahwa sudah barang tentu pada peserta aksi tersebut, banyak orang-orang kontra rezim, yang hadir. Sedang dia adalah satu diantara pendukung utama Jokowi. Ade Armando selama ini melakukan dukungan kepada Pemerintah secara membabi-buta.

Sebagian besar orang yang kontra Pemerintah, tentu adalah orang-orang yang juga berseberangan dengan Ade Armando. Orang-orang itu selama ini gemas kepada Ade Armando. Namun tak pernah bisa melampiaskan kekesalannya, tersebab Ade Armando begitu sakti. Nyaris tak tersentuh hukum. 

Maka ketika melihat Ade Armando di hadapan mereka, secara spontan muntap, darah mendidih. Kemudian terjadilah apa yang terjadi. Ade Armando babak-belur, nyaris telanjang. Untung ada Polisi yang segera melakukan penyelamatan. 

Apapun alasannya, mau berdalih apapun, Ade Armando dan orang-orang yang sejenis dengan dia, memang menjadi musuh bersama banyak orang. 

Lihat saja di video-video yang menayangkan penganiayaan terhadap Ade Armando di berbagai platform, nyaris semua komentar menyampaikan kegembiraannya atas apa yang memimpa Ade Armando. 

Begitu juga pada media-media online atau berbagai portal yang memuat berita terkaparnya Ade Armando, dipenuhi oleh komentar-komentar rasa syukur. Nyaris tidak ada komentar yang prihatin atau menyayangkan aksi tersebut. 

Maka, kawan-kawan Ade Armando yang sekarang masih selamat, sebaiknya berhenti saja. Kalaupun mau mendukung Jokowi atau Pemerintah, lakukanlah dengan elegan, argumentatif layaknya orang beradab. Bukan malah menyerang verbal ummat Islam, ajaran Islam ataupun tokoh-tokoh Islam. 

(Oleh: Abrar Rifai)