Pandemi Telah Selesai

Pandemi Telah Selesai

Page ini menulis pertama kali soal pandemi Januari 2020. Bahkan sebelum orang2 sibuk membahasnya. Silahkan cari postingan tgl tsb. Itu jejak digital yg tidak terbantahkan. Bahkan sebelum kamu, kamu dan kamu (termasuk pemerintah) mendadak heboh (padahal awalnya kamu dan kamu itu meremehkan banget). Page ini sudah jauh2 hari heboh duluan. Tulisan2 itu buktinya, cari saja.

Dua tahun lebih, hari ini Februari 2022. Dengan segala dramanya. 730 hari lebih.

Kalau kalian bertanya ke saya, apakah pandemi sudah selesai? Maka jawaban saya: sudah. 

Secara personal, sy sudah menganggap pandemi selesai saat saya dan kamu sudah di-VAKSIN. Beres. Itulah ihktiar paling efektif.  

Nah, sekarang, kamu mau terus drama pandemi? Silahkan. Corona ini akan terus ber-mutasi. Namanya juga virus. Itu kerjaannya bermutasi, biar survive virusnya. Mereka juga pengin terus hidup di muka bumi. Kamu mau tahu virus flu sudah berapa ribu kali bermutasi? Kamu mau terus heboh? Silahkan. 

Kamu mau idealis soal pandemi di NKRI ini? Ngimpi. Dua tahun terakhir, kita semua menyaksikan penegakan hukum prokes kacau balau. Pandemi dijadikan kesempatan, mulai dari bisnis test, karantina, dll, dsbgnya. Bahkan pejabat2 jelas2 terlibat dan punya perusahaan2 ini.

Sorry, sudah cukuplah dua tahun. 730 hari. Toh, sudah vaksin, bukan? Mau berapa lama lagi kamu 'jualan' pandemi ini? Nah, jika kamu memang 'idealis' sekali soal mengatasi pandemi, tiru dong China. Cukup belasan orang kena, itu satu kota, satu provinsi mereka lock down tanpa ampun. TANPA PENGECUALIAN semua kena, dilarang kemana2. Lah di sini, ambyar, peraturan penuh pengecualian. Pejabat2 dikecualikan, rakyat minyak jelantah terpaksa bayar, dll. Pejabat2 masih bebas halan2 ke LN, rakyat dikunci, dll, dsbgnya.

Kalau kamu2 mau terus heboh, wah, sampai mampus kamu akan terus pandemi. Besok suntik lagi vaksin, berkali2. Besok test lagi, berkali2. Hidung sudah tambah lebar. Dan teruusss anggaran digelontorkan. Utang menggunung. Ssstt, atau jangan2, kamu pelihara ini pandemi, biar anggarannya terus ngalir? Lucu, bahkan nguburin orang saja ada anggarannya loh. Semakin banyak yg dikubur dgn status covid, semakin cuan mereka. Ayo ngaku.

Yes. Bagi sy secara personal, pandemi telah selesai. Lagian, kamu tuh lucu, gayaaa banget sok heboh soal gelombang ke-3, gelombang ke-4, coba jawab pertanyaan ini. SIAPA SIH DULU YANG AWAL TAHUN 2020, MEREMEHKAN SEKALI PANDEMI INI? Pandemi meletus, dia bikin promosi wisata, dll, dsbgnya. SIAPA? 

Kamu.

Dan sekarang, terus kamu pelihara 'ketakutan' soal pandemi ini. Coba kamu cek, itu penderita flu, demam berdarah, dan penyakit lain boleh jadi lebih tinggi dan lebih banyak dibanding corona sekarang. Dan lebih mematikan. 

Berhentilah sok idealis di negeri +62 ini. Negeri yang masih memberlakukan test antigen/PCR dengan omset trilyunan per tahun, padahal yg di test sudah vaksin 3 kali. Ambyar. 

Pastikan saja kamu, keluarga kamu, tetangga kamu, sekitar kamu sudah vaksin, maka selesai. Bismillah saja. Toh, kamu mau tiap hari mengurung diri di rumah, kamu mau super menghindar, kalau sudah takdir, tetap akan kena. 

(By Tere Liye)