Eks Menkes Siti Fadilah Bongkar Kebohongan Varian Omicron: Tak Bahaya, Cuma Dramatisasi!

[PORTAL-ISLAM.ID]  Sejak beberapa hari terakhir, kemunculan COVID-19 varian Omicron membuat banyak masyarakat Indonesia ketakutan. Sebab, sebagian pihak berpendapat, varian tersebut sama mengerikannya dengan varian Delta yang muncul lebih dulu. Lantas, bagaimana pendapat eks Menkes RI, Siti Fadilah Supari mengenai hal ini?

Disitat dari video yang tayang di kanal Youtube Realita TV, Siti Fadilah memastikan, tingkat bahaya COVID-19 varian Omicron tak seperti yang digembar-gemborkan sekarang ini. Sebab, menurutnya, varian tersebut tak terlalu berbahaya.

“Omicron itu karena mutasi dari sedikit protein, tetapi strain-nya tetap yang lama. Yang berubah sifatnya adalah yang ada di ujung protein itu,” ujar Siti Fadilah, dikutip Hops, Minggu 19 Desember 2021.

Melihat kenyataan tersebut, Siti berpendapat, saat ini kemunculan Omicron terlalu dibesar-besarkan dan hanya membuat rakyat awam ketakutan.

“Nah, kemudian didramatisasi gitu kayaknya, (sampai ada yang bilang) mati lo kalau kena Omicron,” tuturnya.

Lebih jauh, Siti Fadilah menambahkan, pandemi ini banyak menyimpan misteri. Ia menyoroti penyebutan nama virus yang tidak seperti biasanya.

“Makanya saya enggak ngerti, pandemi ini penuh dengan misteri. Nama virusnya saja tak seperti biasanya ketika kita menyebut virus. Padahal ada aturannya,” ungkapnya.

Saat ini, ada pendapat yang mengatakan, varian Omicron 500 kali lebih cepat menular dibandingkan varian lainnya. Namun, kata Siti, menurut hukum alam yang diketahuinya, makin mudah menyebar, maka virus tersebut makin ringan.

“Sifat virus memang begitu, kalau cepat menular seperti flu keganasannya rendah. Tetapi kalau semakin ganas, dia semakin sulit untuk menular,” terannya.

Pada akhirnya, Siti mengingatkan masyarakat untuk jangan panik seandainya terpapar varian Omicron. Ia juga meminta pemerintah tidak menaikkan level PPKM yang bisa berdampak bagi perekonomian Indonesia.

“Makanya jangan takut kena Omicron, Inysa Allah tak akan berbahaya. Menurut saya (pemerintah) juga jangan sampai menaik-naikkan level (PPKM), karena dampaknya besar bagi ekonomi kita yang mulai berjalan baik,” kata Siti.[hops]