Akidi Tio Apa Kabarnya, Kok Cepat Sekali Dilupakan

Semoga nggak baper...

Di awal-awal bulan November ini, kami mau menyapa, kayak acara kirim-kirim salam di radio gitu loh. Salam dari jauh

1. Yang pertama, kami hendak menyapa pak Wapres. Apa kabar Pak? Sehat? Bapak kemana saja sih? Itu kenapa beberapa menteri kayaknya jauh lebih penting, lebih sibuk dan mengerjakan banyak hal dibanding bapak? Ini cuma nanya loh ya. Kan namanya rakyat minyak jelantah, masa' nanya saja tdk boleh?

Semoga terus sehat, semangat kerja. Kami kirim salam. 

2. Yang kedua, mari kita menyapa staf milennial. Apa kabar semua? Gimana nih? Proyek apalagi yang mau diluncurkan? Yang kira2 bisa lebih banyak menghabiskan anggaran negara? 

Salam dari guru-guru honorer di desa-desa, di kampung-kampung, di pedalaman-pedalaman, di pelosok-pelosok untuk kalian semua staf milenial. Guru-guru ini boleh jadi, mereka berkali lipat lebih kongkrit dan nyata berdampak di negeri ini, tanpa harus menghabiskan uang negara, cuma digaji 300.000 sebulan. Ehem, ini cuma boleh jadi loh ya. Jangan baperan. Hidupmu itu sekali jadi pejabat publik, siap dikritik. Tere Liye sj yg cuma penulis buku, tiap hari ribuan yg menghujat dia. Selow saja.

3. Ibu pembina, Ibu pengarah, dan entahlah apa nama kerennya di beberapa lembaga yg juga super keren. Apa kabar Bu? Harun Masiku apa kabar? Ups, maaf, dia sudah bukan lagi anggota itu sih. Semoga terus kerja semangat. Semoga terus bisa membina banyak hal. Di Indonesia ini, semua memang harus dibina, kalau tidak dibina, diarahkan, ditunjuki, dan di bla-bla-bla, nanti tidak jalan. Dan sudah dibina, ditunjuki, kita juga perlu staf ahli, staf ahli dari staf ahli, dstnya. Kalau nggak dikasih staf ahli, staf khusus, nanti nggak bisa kerja.

4. Salam juga buat Pak Akidi Tio. Ini sedih, pertama, Pak Akidi Tio ini sudah meninggal, dia tidak tahu apa-apa. Yang kedua, kalian kok sudah lupa? Cepat sekali kalian melupakan niat baik nan tulus ini? Ayo bantuin segera mereka, biar sumbangan 2 trilyun itu jadi. Terutama yg berisik sekali memuja, bawa-bawa kadrun, rasis, komennya kemana-mana, dsbgnya dulu. Ayo bantuin. Jangan dilupakan begitulah dong.

5. Salam juga buat puluhan pegawai KPK yang dipecat. Apa kabar? Semoga bisnis nasi gorengnya tambah lancar, semoga usaha, ikhtiar kalian terus diberkahi. Teman2 pegawai KPK yg dipecat ini, ada yang Islam, ada yang Kristen, ada yang Buddha, tapi sedih, mereka dituduh radikal, taliban, sudah kayak teroris saja, tdk bisa di didik. Eh, teroris masih bisa dididik ding biar cinta negara. Semoga kalian tidak bertambah radikal, taliban, dll. Percayalah, besok2, semua usaha tdk akan sia2. Yg benar akan terlihat, yg salah akan ditunjukkan. Tdk di dunia, kelak di akherat.

6. Pemilik, manajemen dari bisnis lab PCR/Antigen. Apa kabar semua? Salam dari kami. Gimana nih tahun 2021? Sudah melakukan test berapa kali perusahaan kalian? Wah, 1 juta kali test? Mantab beneeer. Itu berarti kalau pakai tarif lama 900.000, nyaris 1 trilyun dong. Kamu doang bisa 1 juta test, gimana total semua perusahaan lab. Keren. Gimana target tahun 2022? Saran saja, terus pastikan saja test, test diwajibkan. Dan perluas. Biar besok2, mau buka facebook, instagram, dll pun wajib test, test, dulu.

7. Salam juga buat koruptor2 kelas berat yg masih di penjara. Mulai dari papa benjut segede bakpao, candi hambalang, daging sapi, jabatan kakanwil kemenag, dll. Gimana nih tahun 2020? Wah dapat remisi 6 bulan lebih? Mantaaap. Semangat. Keluar penjara, tenang, masih bisa bikin partai, bisa jadi pejabat lagi, dan siaaap, netizen siap bersorak-sorai. Asal ada cuan-lah, nasi bungkus begitu. Teman2 kamu sudah nungguin, iya, teman2 kamu yg selalu ngasih kamu 'fasilitas' di penjara, remisi, dll. Oh, bukan teman?

8. Juga salam buat Kades, alias kepala2 desa seluruh Indonesia. Sudah cair dana desanya? Bagus. Bisalah mulai membangun. Tenang, banyak proyek2, kegiatan2 yg bisa dilakukan. Sebanyak bintang di langit, dan selalu ada cara untuk ehem. Aduh, jangan baper dong cuy. Tenang saja. Tere Liye itu tiap hari ada yg nuduh dia plagiat, jiplak. Karena Tere Liye tdk melakukannya, jadi ngapain baper. Kamu tidak korupsi dana desa? Selow, santai saja.

9. Terakhir, salam buat anak-anak Indonesia, puluhan juta jumlahnya. Dan mereka nyaris 2 tahun ini terus sekolah online. Semoga aktivitas sekolah kalian kembali normal. Ayo belajar yg giat, tekun. Masa depan kalian akan sangat menantang. Entah berapa banyak di antara kalian yg akan mampu beli rumah di usia 20-30 tahun. Tapi tdk apa, teruslah berjuang. Karena teman kalian, yg anak, cucu, mantu pejabat2, mereka sudah menang duluan 1000 langkah. 

(By Tere Liye)

*fb